Believe to Destiny (FF part a Oneshoot)

Tittle: Believe to Destiny

Length: Oneshoot

Cast: Lee Donghae as Lee Donghae, Eka as OC / Fishy.

Genre: Romance

Author: Riska Indah Dmayanti a.k.a Han Hyesoo a.k.a Kyupil

Ini adalah ff request Eka Endang Sary ahaha jadi aku make nama asli soalnya yaaaa baca aja sendiri deh ya? Happy reading.

 

Summary: jika kau percaya takdir, percayalah jika kita ditakdirkan bersama, tak peduli apapun dan seberapa batas yang terbentang antara kita. Kita akan terus bersama karena takdir mengikat kita.

 

 

 

 

_Donghae POV_

 

 

 

26 April 2012

 

 

 

 

 

“ya! Donghae-ya! Ayo bangun! Kita sudah sampai” suara Eunhyuk begitu jelas terdengar disamping kiriku sambil diguncangkannya badanku, membuyarkan mimpiku barusan. Aku membuka penutup mataku dan melihat kearah Eunhyuk dan menganggukan kepala. Kuraih tas ranselku dan menggendongnya dipunggungku.

 

 

 

 

 

——

 

 

 

 

 

 

 

Tak sabar menantikan teriakan para yeoja yang mengejar-ngejar kami. Seolah olah seperti kami adalah buronan mereka. Ya, seseorang pernah mengatakan ini “Super Junior adalah penjahat yang telah mencuri!!! Mencuri hati ELF dan mereka harus dipenjarakan! Dipenjarakan di hati ELF” ahaha tanpa mereka suruh pun mungkin aku sudah terpenjarakan dihati mereka.

 

 

 

Hmmmm, hai Jakarta! Ini kali kedua ku mengijakan kakiku disini. Seperti biasa aku dikawal oleh beberapa bodyguard. Hana, dul, set, pintu keluar sudah terlihat. Menanti untuk dilalui oleh sekelompok namja tampan. ELF, tunggu sebentar! Aku bersiap siap melempar senyum termanisku.

 

 

 

Tada!!! Aku melepas senyum yang sudah kusiapkan sejak kemarin. Namun, senyumku hilang melihat apa yang terjadi. Dimana para ELF?? Tak ada sekumpulan warna biru yang biasanya menyambut kedatanganku. Yang terlihat hanya sekumpulan orang berbadan tegap dan gagah berbaju hitam. Ah, tidak! Aku merasa seakan akan aku sedang berada didunia yang salah! Apa ini neraka?

 

 

 

“dimana para ELF?” tanyaku pada sang leader

 

 

 

“mollayo, aku juga bingung” tuturnya sambil menaikan bahunya

 

 

 

“tenanglah, kalian melewati jalan VVIP. Hingga takkan ada yang bisa melihat kalian” tiba tiba seseorang menengahi pembicaraan aku dan Leeteuk hyung. Dia adalah staff. Ah, mengecewakan >< aku benci ini. Seketika moodku menurun. Mengingatkanku pada si Moody, Heechul hyung. jika ia ikut pasti dia pun akan memasang wajah menyebalkannya itu.

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

Ah, lelah sekali~ mengapa sesampai disini kita langsung latihan? Errrrr.. aku letih tau! Pandanganku terpaku pada jam tangan yang bersemayam di tanganku. Pukul 02.00, ya tapi itu masih ku setting sesuai KST. Menurut WIB sekarang ini pukul dua belas malam. M.I.D.N.I.G.H.T. benarkan?

 

 

 

“Hae-ya! Kaja masuk ke mobil” ujar Leeteuk hyung. Membuatku terbangun dari posisi dudukku. Aku berjalan memasuki minibus yang telah disiapkan. Mataku terpaku pada jendela disebelah kananku. Suatu tempat dan suara yang tak asing di telinga. Ya, tempat favorite ku yaitu pantai.

 

 

 

“kyaaaa, hyung! bisakah kita kesana sebentar?” pintaku sambil merengek pada Leeteuk hyung

 

 

 

“ne? kau saja sana!” tanggapnya acuh. Menyebalkan! Awas kau! Pulang dari sini aku tak akan mencucikan bajumu lagi dasar leader tua!

 

 

 

“hyuk, ayo temani aku!” ajakku pada Eunhyuk, ahh pasti dia tak akan menolak!

 

 

 

“ah, Hae aku lelah” ujarnya dengan mata 5 watt nya. Ah, dasar monyet ini!

 

 

 

“ck, ada yang ingin keluar?” teriakku didalam minibus ini.

 

 

 

“ne? aku mau hyung!” seseorang mengacungkan tangannya di barisan belakang. Sedikit demi sedikit wajahnya terlihat dari balik kursi penumpang

 

 

 

“ah, kyuhyun-ah!! kaja!” aku ikut melambaikan tanganku. Dan kami berdua pun turun dari minibus itu.

 

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

 

 

Sepoi sepoi hembusan angin membelai wajah tampanku dimalam yang gelap ini. Aku berjalan menyusuri jengkalan demi jengkalan bibir pantai ini. Tanpa manusia evil yang memilih untuk berdiam diri dipinggir pantai sambil berkencan dengan psp nya. Mwoya? Itukan…

 

 

 

Walau tengah malam, penglihatanku sangatlah tajam. Aku seperti melihat ada sebuah tulisan yang familiar, aku berlari mendekatinya. Dan benar! Hangul bertuliskan “Lee Donghae” terukir indah diatas hamparan pasir yang tersinari secercah lampu pantai. Dengan seseorang tengah berjongkok membelakangiku. Ia menambahkan satu ukiran berbentuk hati disamping namaku.

 

 

 

“annyeong” sapaku, aish bodohnya aku mengapa mengatakan ‘annyeong’ dinegeri orang? Yeoja tadi melihatku dan seketika mulutnya terbuka seraya nafasnya yang tercekat saat memandang wajahku. Aish, apa aku terlalu tampan eoh?

 

 

 

“neo? Gwaenchana?” tanyaku sambil memegang bahunya, kini wajahnya terlihat pucat seperti melihat hantu. Aku melihat sekelilingku, aku juga takut jika ia benar benar melihat hantu. Ah, tidak ada apa apa. Apa aku terlihat seperti hantu?

 

 

 

“ELF imnikka?” tanyaku dalam bahasa korea. Ia tampak menggeleng tanpa melepaskan pandangannya. Aku mengamati seluruh aksesoris yang ia pakai, baju bertuliskan ‘Super Show’, strap ponsel bergambar diriku, dan ia juga berkalungkan lightstick dengan tulisan Donghae. Ahahha lucu sekali dia, masih tak mau mengaku sebagai ELF. Aku menariknya agar ia berdiri.

 

 

 

“ige, ige, ige, ige!!” tunjukku pada semua benda berbau SJ & ELF. Membuatnya tersenyum gugup. Wajahnya khas Indonesia dengan mata yang bulat dan kulit kuning langsat. Berbeda dengan gadis korea, namun yang ini sangat imut dan menarik dimataku.

 

 

 

“kau bisa berbahasa korea kan?” tanyaku

 

 

 

“ne, gerraesumnida” jawabnya

 

 

 

“neo, ireumeun mwoya?”

 

 

 

“eung~ Eka imnida, oppa”

 

 

 

“ahhh~ arra! Kau nonton SS4?” tanyaku, namun seketika wajahnya tertunduk dan tergerak kekanan dan kekiri beberapa kali. Memberiku definisi kalau ia tak ikut serta dalam penghuni sapphire blue besok malam, malam lusa, dan malam terakhir. Aku melihat wajahnya mengeluarkan air mata, tanganku tergerak untuk mengusapnya

 

 

 

“uljima~” ujarku. Namun, isakan tangisnya tak berhenti. Bahkan semakin keras

 

 

 

“Neol bomyeon… useumman.. sujubeun misokkajido Yeah. Nal boneun ni nunbicheun seulpeun geol hokshi ibyeoreul marharyeogo hani, Baby. Maeilgati ddo banbokdwel nae moseube neoneun geurido jichyeotneunji nal yongseohagetni. Dashi hanbeon deo saenggakhae saenggakhaejullae ijeneun nohji anheulke. Neoreul ullin geon naega baboraseo.. Neoreul bonaen geon naega bujokhaeseo neol. Jiwooryeo haetdeon geureon nareul yongseohae jwo nal. Jebal dashi sumeul swil su itke..” sepenggal lagu kulantunkan disampingnya, sambil merangkul bahunya, memberikan bahuku untuk sandaran kepalanya. Ia tampak masih menangis, namun senyum manis merekah disela tangisnya.

 

 

 

“drrrrrrrttttt… ddrrrrrrrrttttttt…..” ponselku memberikan getaran pelan namun terasa di saku celanaku. Membuat ia terbangun dari sandarannya. Aku pun meraih ponsel tersebut dan ternyata, satu pesan dari Leeteuk hyung. Ah, aku harus kembali

 

 

 

“eoh? Mianata Eka-ssi~ aku harus kembali, percayalah kita akan bertemu lagi. Jangan pernah berhenti menjadi ELF” ucapku sambil memandang wajahnya dan lagi lagi mengusap air matanya. Aku pun bangkit berdiri satu senyum kulambaikan manis kearahnya disusul gerakan kakiku yang cepat meninggalkan gadis tadi. Aku harus cepat sampai dibus. Kalau tidak aku akan tertingggal.

 

 

 

 

 

—–

 

 

 

 

 

27 April 2012

 

 

 

 

 

 

 

Hari ini konser pertama dimulai, aku gugup. Entahlah, padahal aku sudah melakukan pertunjukan ini beberapa kali. Namun, warna sapphire diluar sana begitu bersinar membuat aku tersipu malu untuk berdiri di tengahnya. Ini, terlalu indah~

 

“hyung, fighting!” Ryeowook menepuk pundakku dannn VCR pembuka telah diputar, saatnya dimulai! Bersiaplah ELF!!

 

 

 

 

 

——

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konser telah berakhir, kejutan yang sangat menarik di indonesia. Ahaha aku suka mereka! Eh, bagaimana dengan gadis kemarin? Ahhh, Eka-ssi eottae? Apa dia baik baik saja?

 

 

 

“hyung, nanti kita kepantai yang kemarin ya?” gangguku pada teukkie hyung yang sedang memijat mijat pundaknya

 

 

 

“aigoo, Donghae-ya~ apa kau tidak lelah?” tanyanya

 

 

 

“aniyo, aku.. aku.. ingin bertemu seseorang” jawabku ragu

 

 

 

“nuguya?” tiba tiba Eunhyuk ikut serta

 

 

 

“ELF” jawabku semangat

 

 

 

“aishh, tadi kita sudah bertemu, Hae-ya” keluh Eunhyuk

 

 

 

“errr, bukan!! Ah, terserah kalian. Aku harus menemuinya” tegasku yang membuat mereka berdua saling bertatap heran

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

jangan lupa RCL ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s