Believe to Destiny (FF part b Oneshoot END)

Tittle: Believe to Destiny

Length: Oneshoot

Cast: Lee Donghae as Lee Donghae, Eka as OC / Fishy.

Genre: Romance

Author: Riska Indah Dmayanti a.k.a Han Hyesoo a.k.a Kyupil

 

***

 

 

Eka-ssi, aku datang lagi~ eodiga? Mataku menjelajah seluruh isi pantai. Mencari sesosok yeoja berbadan tak terlalu tinggi dan berambut panjang ikal. Ahh, aku hampir putus asa setelah setengah jam mencarinya. Jantungku berdegup kencang, aku takut tak bisa menemuinya lagi. Aku terus mengedarkan seluruh penglihatanku hingga aku menangkap sosok yang kucari. Aku berlari menghampirinya, dan menepuk pundaknya. Memberikan kejutan kecil yang sukses membuatnya menyeringai. Haha, wajahnya lucu sekali

“kau menungguku?” tanyaku

 

“aniya, untuk apa aku menunggumu?” katanya acuh

 

“hei, kau ini munafik sekali~ aku tau kau tak bisa hidup tanpaku kan?” ujarku dengan percaya diri tinggi. Ia hanya memberikan senyum manisnya dengan semburat dipipinya, tangannya mendorongku kecil. Ahaha aku tau dia tersipu malu.

 

 

 

“drrtttttt…. Dddddddrrrrtttt..” lagi lagi ponselku bergetar, aku tau pasti itu Leeteuk hyung. Ok, ini tandanya aku harus berpisah dengannya untuk malam ini. Ah, tidak! Aku tak rela, ia begitu menarik. Ia membuatku nyaman, walau bahasa koreanya sedikit berantakan tapi itu tergolong bagus untuk sebangsanya (?) itu malah menjadi bahan lelucon kami. Diaaa, ah dia itu bisa kusebut bukan ELF biasa.

 

 

***

 

 

28 April 2012

 

 

“hyung~” aku mengguncang tubuh Leeteuk hyung yang tengah tertidur didalam minibus. Ia pasti kelelahan karena konser kami barusan.

 

“ah? Hae-ya? Ah, aku tau kau ingin keluarkan? Keluar saja, kami menunggumu disini” jawabnya setengah sadar. Ahhh, dia memang leader pengertian!

 

 

 

“Eka-ssi!!!” seruku sambil terus berlari kearahnya. Ia pun berlari kearahku. Membuat kami bertemu pada satu titik tumpu berupa pohon kelapa. Pandangan kami bertemu, kekehan kecil menyeruak dari bibir kami masing masing. Aku masih tak percaya aku dapat menemukan yeoja seperti dia. Yeoja yang tak ku ketahui secara pasti asal usulnya namun begitu berkesan dihatiku.

 

Aku menariknya menuju bawah pohon kelapa itu dan mempersilahkan duduk bersamaku menyaksikan gulungan gulungan kecil ombak pantai dihadapan kami.

“Eka-ssi!” panggilku. Ia menoleh, dan tak sengaja pipinya menabrak ujung telunjukku yang sedari tadi kusiapkan disamping pipinya untuk mengerjainnya. Ia terkejut dan disusul tawa kecil keluar dari bibir mungilnya.

 

“kyeopta yeoja~” gumamku pelan nyaris tak terdengar. Aigooo~ hatiku berdesir lagi. Tuhan, apa Kau punya rencana antara aku dengan gadis ini?

 

 

 

 

***

 

 

29 April 2012

 

Hari terakhirku di Jakarta, meninggalkan ELF, meninggalkan kota kecil yang sangat sederhana namun sangat berkesan. Membuatku tak ingin melupakan kota ini. Tak ingin pula melupakan seseorang yang telah mencuri hati ku.

 

Seperti biasa setiap malam aku menyusuri pantai. Menghampiri ‘ikan betina’ ku.  Kini aku tak hanya pergi dengan tangan kosong. Aku membawa sebuah gelang sederhana untuk Eka. Ya, aku sadar bahwa hari ini adalah hari terakhirku dengannya. Tidak! Ini terlalu cepat. Aku ingin tinggal disini. Hei, DongHae-ya! Kau tidak boleh egois. Masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan di korea.

 

Kulihat kini sesosok yeoja menghampiriku sambil tersipu. Aku menyambutnya dengan senyum tampanku. Eung, jauh didalam dadaku disebelah kiri, ada yang berdegup kencang. Semakin kencang saat semakin dekat jarakku dengannya. Tunggu, ini sudah terlewat batas. Aku sudah tidak menganggapnya sebagai ELF kecilku lagi, aku rasa akuuu menyukainya.

 

“oppa” panggilnya, aku menghadap kearahnya dan sebuah kotak biru kecil sudah terlihat dihadapanku. Ia menyodorkannya. Aku menatapnya sejenak seolah mataku berbicara “boleh aku membukanya?” anggukan kepalanya mengiyakan isyarat mataku. Kubuka kotak mungil itu perlahan dan, hmmm sebuahhh.. gelang. Gelang bracklet berwarna perak dengan bandul berbentuk ikan. “manis sekali” batinku. Ah iya hadiah untuknya!

 

Aku menarik pergelangan tangannya yang mungil dan merogoh saku celanaku. Menarik sebuah benda rajutan dari sekumpulan tali berwarna biru. Tak sebanding dengan hadiahnya, tapi kurasa ini berkesan.

“jaga kenang kenangan kita ya?” ujarku

 

“geurrae~” jawabnya lembut

 

“eung.. Eka-ssi. Apakah kau percaya takdir?”

 

“tentu. Waeyo?”

 

“jika kau percaya takdir, percayalah jika kita ditakdirkan bersama, tak peduli apapun dan seberapa batas yang terbentang antara kita. Kita akan terus bersama karena takdir mengikat kita.”

 

“ne, aku akan berusaha mempercayai takdir. Aku akan menggapai takdir itu”

 

“percayalah, aku adalah takdirmu” ujarku mantab sambil menatapnya lekat. Kemudian menarik lembut tubuh mungil itu kedalam pelukanku. Mentransfer rasa cinta yang telah meluber walau hanya dalam pertemuan singkat. Sangat singkat, hanya 4 hari namun sangat terkesan. Mengena dihatiku.. sungguh..

 

 

 

****

 

 

beberapa bulan kemudian….

 

 

“Hae-ya! Kau harus melatih trainee baru itu. Bagi dia ilmumu walau hanya sedikit. Ne?” Mr. Sooman memberiku perintah agar membantunya mengajar trainee. Aku pun bersiap siap dan memasuki ruangan latihan sambil memegang kertas biodata trainee dan sebotol air yang mungkin kubutuhkan nanti. Seorang yeoja dengan topi putih dan rambut ikal di ikat terlihat membelakangiku dengan tangan kanan dipunggung belakang. Tunggu! Aku mengenali gelang yeoja itu~ benarkah diaaa….. tak mau salah orang, aku membaca secarik kertas biodata tadi dan….

 

“Eka-ssi!!” panggilku. Ia menoleh, wajah itu! Aku berlari kearahnya dan memeluknya erat. Melampiaskan rasa rinduku padanya. Aku tak henti hentinya melebarkan senyumku sambil memeluknya. Ia pun membalas pelukanku. Dirasa cukup, aku pun melepaskan pelukanku dan menatapnya tajam

 

“benarkan? Takdir mempersatukan kita kembali!” tuturku tegas penuh kebahagiaan

 

“ne, oppa. Aku mempercayainya”

 

“saranghae, jeongmal saranghae!” aku kembali memeluknya, memeluknya hangat sambil terus mengungkapkan perasaanku. Ya, seluruh isi hatiku yang ingin ku ungkapkan sejak beberapa bulan lalu. Akan ku lampiaskan sekarang, aku tak akan membiarkannya pergi lagi, takdirku.

 

“nado, oppa” balasnya yang membuatku semakin tak ingin melepasnya. Terima kasih Tuhan, kau telah memberiku takdir untuk bersamanya.

 

 

END

 

Huaaaaaaaaa akhirnya setelah insiden kehilangan flashdisk! Ff ini selesai juga. Jangan lupa RCL ya? Gamsahae *bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s