FF “Father” (Donghae version)

Title: Father (Donghae version)Length: Oneshoot

Genre: Sad, Family, Other

Cast: Lee Donghae and family

Author: Riska Indah Damayanti a.k.a Han Hyesoo a.k.a Kyupil

POV: Full Lee Donghae POV

Note: Ok, akhirnya aku bikin FF “Father” yang versi Donghae, bagi yang belom baca FF “:Father” versi Leeteuk boleh cek Note aku hehe. Semoga memuaskan, happy reading ^^

 

Summary: Aku tahu kau selalu menyaksikan aku bernyanyi dan mendengarkan dengan baik. Tapi hanya satu harapanku, aku harap aku dapat bernyanyi dihadapanmu walau hanya sekali.

 

 

Image

Wajah kami begitu sumringah, degup jantung dan air mata kebahagiaan kembali jatuh entah untuk yang keberapa kalinya. Super Junior, dimana aku bernaung dinama itu dan mewujudkan mimpi ayahku. Ya, kami memenangkan award lagi. Appa, bisakah kau lihat ini? Aku anak appa yang membanggakan bukan? Aku selalu teringat kejadian itu, kata kata appa yang terus bersenandung merdu ditelingaku…

_Flashback_

 

 

“Donghae-ya? Bukankah kau bercita cita menjadi atlet?” appa menegurku saat aku sedang menonton penampilan H.O.T (boyband) dari layar kaca sambil menari mengikuti gaya mereka.

 

“Appa! Kau sudah pulang? Haha entahlah, hyungdeul di telivisi itu sangat keren! Aku ingin menjadi seperti mereka” ujarku

 

“Jinja? Appa dulu juga bercita cita menjadi penyanyi”

 

“Ne? Mengapa sekarang appa bukan seorang penyanyi?”

 

“Halbeoji, ia melarang appa”

 

“Appa, kalau begitu bolehkah aku menjadi seorang penyanyi? Appa percaya padaku kan? Aku akan mewujudkan mimpi appa!” ujarku menggebu gebu. Appa menatapku dalam dengan pandangan penuh arti. Terharu. Ya, kata itu seakan terukir jelas dimatanya. Ia memelukku erat dan hangat

 

“Ne, appa sangat setuju. Appa bangga padamu”

 

 

—-

 

 

 

@Bandara

 

 

 

Aku tak menyangka mereka mendukungku sampai sejauh ini, kini usiaku 13 tahun. Beberapa tahun setelah aku berjanji pada appa bahwa aku akan bersungguh sungguh meneruskan cita citanya.

 

“Eomma, Appa, Hyung~ Gomawo. Aku sangat bersyukur dan sangat bahagia karena kalian selalu mendukungku dan melindungiku. Doakan aku agar sukses disana. Agar aku dapat menggapai cita cita appa.” Aku berkata sambil menahan air mata, aku tak sanggup jika aku meninggalkan ketiganya. Aku tak bisa hidup tanpa mereka. Namun, aku selalu teringat sosok appa. Aku berjanji, appa

 

“Donghae-ya, jaga dirimu baik baik” aku dapat melihat jelas air mata mengalir deras dari mata eomma.

 

“Ne, eomma. Percayakan semua padaku” aku berusaha menegarkan eomma

 

“Donghae-ya, kau anak appa yang paling appa sayangi. Jangan mengecewakan kami, maafkan appa. Karena cita cita appa kau bertekad menjadi penyanyi”

 

“Aniya~ aku sama sekali tak keberatan dengan ini. Aku rasa ini jalanku, aku akan menikmati ini” aku berusaha mengeluarkan senyum ketegaran kepada mereka

 

 

 

—-

 

 

 

Aku harus bekerja keras, tak peduli dengan semuanya. Aku harus memegang teguh janjiku pada appa. Aku harus debut dan meraih cita cita appa. Kata kata itu selalu ku tanamkan dalam hatiku. Memahami dengan baik apapun yang dijelaskan oleh sonsaengnim dan menerapkan juga mempraktekannya dengan sebaik mungkin. Hingga kini aku ada dikelas A. Kelas yang sangat diinginkan oleh semua trainee.

 

“Eomma! Appa! Hyung! Dengar! Aku masuk ke kelas A! haha doakan aku agar aku segera debut ya?”

 

“…”

 

“Ne, aku akan selalu sehat agar aku dapat segera naik ke panggung hehehe. Kalian juga harus menjaga kesehatan kalian disana ya?”

 

“…”

 

“Baiklah, aku harus mengakhiri telponku. Aku akan menelpon lagi nanti. Annyeong!! Saranghaeyo”

 

Aku selalu memberi kabar tentang kemajuanku di Seoul. Aku merasa senang dan bertenaga setelah mendengar suara mereka. Ya, mereka adalah sumber semangatku

 

 

 

—-

 

 

6 November 2005

 

 

Akhirnya aku didebutkan sebagai Super Junior! Bersama 11 member lain –Leeteuk, Yesung, Heechul, Hangeng, Siwon, Shindong, Eunhyuk, Sungmin, Kibum, Ryeowook, Kangin-. Appa, aku sudah bilang kan? Aku pasti bisa. Appa bangga kan?

 

“Donghae-ya, ada telpon dari keluargamu” manager hyung menghampiriku dan memberikan ponselnya

 

“Yeoboseyo?”

 

“Donghae-ya!! Kami melihatmu tadi di TV. Kau sangat tampan!”

 

“Eomma!! Haha aku senang sekali. Aku mewujudkan semuanya!”

 

“…”

 

“Eomma? Apa eomma menangis?”

 

“Tsskk.. Eomma menangis bahagia, chagi”

 

“Aku pun menangis, aku merindukan kalian”

 

“Pulanglah, kami juga merindukanmu”

 

“Aku akan pulang saat aku menerima gaji pertamaku dan akan memberikannya pada kalian. Appa eodiga?”

 

“Appa disini, chagi”

 

“Appa~ Tsskk.. Tssskk..”

 

“Uljimayo, kau anak kesayangan appa. Kau membuat appa bangga. Appa sangat sayang padamu”

 

“Aku.. Akuu lebih menyayangi appa dari siapa pun. Appa, appa harus jaga kesehatan appa. Tunggulah aku”

 

“Ne, aku akan menunggumu. Aku harus melihat penampilan anak appa”

 

“Baiklah appa, aku harus menutup telponnya. Saranghaeyo”

 

 

 

 

 

Aku adalah Lee Donghae yang menepati janjiku, sekarang aku sedang berada dalam perjalanan ke Mokpo dengan membawa gaji pertamaku. Aku akan memberikan ini pada keluargaku tercinta.

 

“Donghae-ssi, ige” tiba tiba Leeteuk hyung menghampiriku dengan wajah murung sambil menyerahkan ponselnya. Aku menatapnya bingung dan langsung melihat layar ponsel itu bertuliskan kontak “Donghae’s Eomma”. Aku pun menempelkan ponsel itu pada telingaku.

 

“Yeo-yeoboseyo?” ujarku ragu

 

“…” tak ada yang menyautiku, hanya ada suara tangisan diseberang sana

 

“Eomma? Appa? Hyung? Jawab aku!!”

 

“Donghae-ya~”

 

“D-Donghwa hyung!! Ada apa?”

 

“Appa..”

 

“Kenapa? Ada apa dengan appa? Hyung!!”

 

“Appa.. Appa meninggal”

 

Kata kata Donghwa hyung terasa sebuah lelucon. Lelucon yang menusuk hati, yang mencekat alat pernapasanku, melumpuhkan system kerja otakku. Aku tak bisa berkata kata lagi. Tangisan Eomma dan Donghwa hyung menggema ditelingaku. Seluruh badanku bergetar lemas, aku sudah tak sanggup menggenggam ponsel Leeteuk hyung. Semua terasa berat! Air mataku meleleh seraya waktu berjalan. Orang yang selama ini adalah alasan aku menempuh hidup di Seoul, menahan kerasnya kota Seoul, menahan lelah demi menjadi anak kebanggaannya sudah pergi. Appa, kenapa kau pergi? Apa aku sudah tak berarti? Kau belum melihat penghargaan kami, kau harus hidup appa!!!!

 

 

——– Father ———–

 

 

Tanpa berpikir panjang, aku langsung berhambur ke gundukan tanah dengan batu nisan terukir indah yang menancap diatasnya. Aku belum bisa menerima semua ini, ini terlalu cepat. Aku tak menginginkan ini, sama sekali tidak. Appa, apakah kau mendengarku? Aku membutuhkan pelukan hangatmu. Aku tak pernah melihat wajahmu selama bertahun tahun, kenapa kau begitu tega? Kau jahat!!

 

“Heechul, ia mengalami kecelakaan” manager hyung tiba dipemakaman dengan membawa kabar yang sama sekali tak enak didengar. Kata kata ini membuatku semakin terpuruk. Ini semua karena aku, jika aku tidak nekad ke Seoul dan terus tetap disini, mungkin aku dapat merawat apppa. Atau setidaknya aku masih bisa menemaninya disisa hidupnya. Heechul hyung pun pasti tak akan mengalami kecelakaan. Mianhe, hyung. Mianhe, appa.

 

 

 

 

 

Aku menyusuri sepanjang tepi pantai, begitu sepi. Tiba tiba bayangan seorang appa dan dua orang anak laki laki tengah berlari di pantai ini. Sang anak laki laki yang paling besar membawa bola kaki, sedangkan adiknya menggandeng tangan appanya.

 

“Appa, mengapa appa meninggalkan taksi appa disana? Appa tidak bekerja?” si adik mendongakkan kepala dan bertanya pada appanya

 

“Donghae, anak appa. Appa ingin bermain dengan kalian. Appa ingin menjadi appa yang baik, appa akan mendidik kalian dan memberikan kasih sayang appa pada kalian. Appa tak mau anak appa menjadi anak nakal karena kekurangan kasih sayang dari appa. Appa menyayangi kalian.” tutur sang appa.

 

“Aku sayang appa” adik kecil tadi pun memeluk appanya

 

“Aku juga sayang appa” kakaknya tak mau kalah dan ikut memeluk appa nya

 

“Baiklah, ayo kita bermain bola! Dan sesudahnya, kita akan berkeliling dengan taksi appa! Pokoknya kita bersenang senang!!” sang appa melempar bolanya dan bermain bersama kedua anaknya. Entah mengapa dan kemana bayangan itu menghilang.

 

Aku tersenyum miris melihatnya, air mata kembali terjun dari kelopak mataku.

 

“Babo, jika aku tak berada di Seoul semua ini tak akan terjadi!! DONGHAE BABOO!!!!” aku memukul mukul dadaku sambil berteriak

 

“Ya! Hentikan! Jangan salahkan dirimu, ini takdir Tuhan. Kau harus menerimanya, kau tidak bersalah, Donghae-ya” Leeteuk hyung menarik tanganku dari dadaku

 

“Tapi hyung.. aku tidak siap” air mataku mengalir semakin deras

 

“Appamu berpesan agar aku menjagamu, aku mohon jangan sedih. Percayalah, appa mu akan selalu bersamamu dan melihatmu dari atas sana. Dia akan terus menemanimu dan menyaksikanmu. Jika kau terus terpuruk, bagaimana perasaan ayahmu? Bukankah kau berjanji padanya?” kata kata Leeteuk masuk kedalam hatiku. Benar juga katanya, aku tak boleh terus terpuruk dalam keadaan ini. Appa, aku akan terus mewujudkan cita citamu.

 

 

_Flashback END_

 

 

Setelah mendapat penghargaan, esoknya aku mengunjungi makam appa. Aku membawa hasil jerih payahku –album, piala, dan juga makanan- aku menatap gundukan tanah yang kini ditumbuhi rumput. Aku menyianginya dan membuka soju kesukaan appa yang kubawa lalu meletakannya pada makamnya, kemudian aku berdoa dengan khusuk. Aku berdoa agar appa ku tenang dialam sana.

 

“Appa, aku percaya kau melihatku dan mendengarku. Sebenarnya hanya satu permintaanku. Aku ingin bernyanyi untukmu secara langsung. Aku ingin kau melihatku, aku ingin kita saling bertatapan dan menikmati hari yang indah. Appa, saranghaeyo. Aku akan menjadi lebih baik” air mata selalu menghujani wajahku ditempat ini. Aku menggapai gitar yang tadi kubawa.

 

“Appa, ini lagu untukmu. Semoga kau suka ‘You are my everything, Nothing your love wont bring. My life is yours alone. The only love I’ve ever known. Your spirit pulls me through. When nothing else will do. Every night I pray. On bended knees. That you will always. Be my everything. Oh my everything.”

 

.”

 

 

END

 

Huuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa author mewek bikinnya *peluk Donghae. Gimana gimana? Acak acakan ga? Aneh ga? Feel nya gimana? Ayo dong RCL nya, yah minimal like gituuuu. Hoho ok deh, gamsahae. Nantikan FF “Father” versi Kyuhyun. *bocoran: yang versi Kyuhyun itu versi terakhir hehe

2 thoughts on “FF “Father” (Donghae version)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s