FF “HE” oneshoot

Tittle: He

Length: Oneshoot

Genre: Romance, Other

Author: Riska Indah Damayanti a.k.a Han Hyesoo a.k.a Kyupil

 

Singkat sekali judulnya ahaha cuma 2 huruf. Aku sengaja ga ngasih nama main cast nya soalnya yah kalo dikasih ga seru hohoho. Semoga ff yang ini dapet feelnya soalnya hmmmm,, yah ada secret dibalik ini ff *curcol. Ah, dari pada minthor ngoceh ga berenti berenti, mending dinikmati hidangannya ^^ jangan lupa RCL. Minimal comment buat rating ff. gomawo

 

Hyesoo POV

 

 

 

Aku menatap namja yang kini berada tepat didepanku tengah memasukan beberapa suap nasi kemulutnya. Pipinya sibuk berayun seirama dengan gerakan mulutnya mengunyah makanannya, ahhh jeongmal~ aku sangat menyukainya, anni! Aku mencintainya. Setiap gerakan demi gerakan yang ia lakukan membuat hatiku berdesir tak karuan. Oh, Tuhan…

 

“ya! Hyesoo-ah! mengapa kau menatapku seperti itu? Eoh? Ada apa diwajahku?” tegurannya membuyarkan semua lamunanku. Ia sibuk menyentuh wajahnya mengira ada sesuatu yang menempel disana.

 

“eung? A-a-anniya! Aku.. aku hanya teringat pelajaran Park sonsaengnim. Hehe, pelajarannya membuatku gila” ahhhh aku mencari alasan bodoh untuk menyangkal perasaanku.

 

“ahhh!! Iya! Aku sependapat denganmu! Lain kali, ayo kita belajar kelompok! Hehe” kyaaa! Kenapa? Kenapa? Kenapa harus ia keluarkan senyum itu? Ah, Tuhan~ tolonglah aku >

 

 

—–

 

 

 

 

 

 

“Huh, ini sekolah atau neraka? Pendingin ruangannya mati semua. Huaaah, aku hampir mati kepanasan.” Batinku kesal. Aku terus melewati koridor demi koridor sekolah dengan langkah gontai tak bertenaga.

 

Tiba-tiba aku melihat sebuah benda berputar dengan asyiknya dan menghasilkan sesuatu yang kubutuhkan. Geurom! Angin! Aku berlari memasuki ruangan yang tak lain adalah perpustakaan sekolah. Ku ayunkan kakiku dengan tempo cepat menuju benda itu. Dan ‘WUSHHH’ benar saja, angin itu membelai wajahku. Hahhhh, nyamannya~

 

“Ehem! Lain kali kalau kau ingin berkunjung, isi buku daftar pengunjung!” refleksku buka mataku yang tadi terpejam dan menengok kearah pemilik suara yang menyodorkan buku tebal bertuliskan ‘daftar pengunjung’. ‘deppp!!’ Dia.. pandangan matanya. Aaaa, ke-ke-kenapa b-begitu.. hhhh *udah ga bisa ngomong ceritanya*

 

“eung.. eung.. anu.. eung.. aku..” ah, ada apa dengan mulutku? Kenapa aku salah tingkah?

 

“Kyahaha, hyesoo-ah! Ahaha kau kenapa? Aku kan hanya bercanda.” Bercanda katanya? Jinja? Itu membuat jantungku seperti berhenti berdetak!

 

“mwo?”

 

“ahaha, ne~ aku bercanda”

 

ohh, lihat! Tawa itu kembali menggema, merusak semua system sarafku. Oh, jebal!! Hentikan ini, menjauhlah~ huaaaa kau membuatku lupa daratan >

 

“baiklah, j-jangan lupa kita akan b-belajar kelompok nanti ne?” ujarku terbata dan dibalas dengan anggukan beserta senyum yangggg.. hhhhh apa aku meleleh?

 

 

—-

 

 

 

“ige!” ia kembali ke ruang tamu sambil menyodorkan dua kaleng orange juice. Aku mengangguk dan kembali menunduk menatap barisan barisan huruf yang sedari tadi kubaca namun benar benar tak bisa masuk ke dalam otakku. Oh, Park sonsaengnim! Apa salahku? Kenapa? Kenapa aku harus satu kelompok dengannya? I-ini sulit!

 

“ya! Hyesoo! Kau mengerti tidak?” tanyanya mengagetkanku

 

“ah, entahlah~ i-ini sangat sulit”

 

“geurae, aku akan mengajarimu!”

 

Ia mendekatkan jarak duduknya denganku dan berusaha menerangkan devinisi dari barisan barisan huruf tadi. Hah, suaranya sangat merdu. Mengalir lembut dipikiranku..

 

“coba sekarang kau kerjakan!”

 

Seperti perintahnya, aku berusaha mengerjakan soal pertama. Otakku berputar dan terus berputar. Ah, eottae? Kalau bersamanya, aku tak bissa berpikir jernih! Mengerjakan satu soal pun seperti mengerjakan ribuan soal. Oh, Tuhan. Bagaimana ini? Berpikir! Berpikir!

 

“eung, hyesoo-ah?”

 

“wae?”

 

“hmm, itu~ wajahmu…”

 

Tiba tiba ia mendekatkan badannya dan menatap wajahku penuh dengan konsentrasi. A-apa yang ia lakukan? A-apa dia akannn.. menciumku? Ah, tidak!! Aku tidak siap! Bahkan kami belum resmi berpacaran. Bagaimana ini? Aku pun menutup mataku, bersiap-siap menyambut apa yang akan terjadi nanti. Nafasnya berhembus pelan dipipiku dan “fuhhh” sebuah tiupan berhembus di pipiku lagi. Dan sekarang usapan tangannya lembut mendarat dititik yang sama.

 

“wajahmu, ada kotoran” jelasnya kemudian menjauhkan badannya dan kembali berkutat dengan bukunya.

 

ne? kotoran? Ah, pasti karena bekas rautan itu! T-tapi, huaaaa tak adakah cara lain untuk membersihkan kotoran ini? Aku yakin wajahku memerah sekarang. Bodoh!

 

 

 

Hyesoo POV end

 

—-

 

Heesung POV

 

 

“ah, itu dia!” batinku sembari berlari kecil kebalik tembok. Dan “brukk!” aku sengaja menabrak badan tingginya yang mengakibatkan buku dipelukanku berhamburan di lantai.

 

“ah, mianhe!” ujarnya langsung memunguti satu persatu bukuku. Bingo, ini yang ku tunggu tunggu. Tanganya tak sengaja memegang punggung tanganku. Kami hendak mengambil buku yang sama. Aku menatapnya malu, ia pun menjauhkan tangannya dan kembali mengambili bukuku.

 

“ige, neo gwaenchanayo?” tanyanya sambil melihatku dari ujung rambut ke ujung kaki, seakan takut terjadi seesuatu padaku

 

“ah, gwaenchana”

 

“hmm, mianhe. Sebagai permintaan maafku, aku akan mengantarmu ke kelas”

 

Jinja? Dia sangat mengkhawatirkanku. Haha, apa ia menyukaiku? Ayolah~ aku juga menyukaimu :3

 

 

 

—-

 

 

“ahhh, tidak! Seseorang mengambil pulpenku! Hhh, bagaimana aku bisa mengerjakan soal ini?” aku menggerutu tak jelas.

 

“pakai punyaku” seseorang menyodorkan pulpen berwarna biru kehadapanku. Membuatku mendongak, ternyata DIA.

 

“ah, gomawoyo” ujarku

 

dia, perhatian padaku. Woah, sebuah awal yang sangat bagus! Semakin kenal, semakin dekat, dannn ah, tidak! Aku tak sanggup membayangkannya. Ini terlalu indah *nyengir nyengir

 

“Heesung-ah!! kerjakan tugasmu!” seru Park sonsaengnim membuatku menunduk. Dasar guru tua!

 

 

—–

 

 

Klub voli ini! Menyusahkanku saja! Aku selalu diperlakukan seperti budak. Hah, yang benar saja? Mereka meyuruhku membawa ini! Satu keranjang besi besar berisi peralatan voli. Tentu saja ini sangat berat! Dasar tak berperikemanusiaan! Aku kan seorang yeoja!

 

“errrrr…” aku terus mendorong keranjang besi ini. Hei, tiba tiba menjadi enteng. Aku terkejut saat melihat orang disampingku yang ikut mendorong keranjang besi ini. Aku tersipu malu saat ia melihatku.

 

“gomawo” ujarku

 

“ah, sudah sepantasnya aku menolongmu”

 

“eung, kau namja yang baik”

 

Ah, apa dia seorang malaikat? Ia selalu berada di sampingku saat aku dalam kesulitan. Apa dia bisa membaca pikiran dan perasaanku? Hhmmm.. apa dia juga dapat merasakan getaran ini? Getaran hatiku. Getaran cinta

 

 

 

****

 

 

Jam berapa ini? Mengapa malaikatku belum datang? Ada apa dengannya? Ah, Hyesoo! Pasti dia tau. Errr, sebenarnya aku malas membahas ini dengan Hyesoo. Dia juga menyukainya, menyukai my angel. Kami memang sahabat, namun entahlah. Aku membencinya setiap kali ia mendekati malaikatku. Baiklah, aku akan menanyakannya. Kuatkan batinmu, Heesung-ah!

 

“eung, Hyesoo-ah! kenapa Donghae tidak masuk eoh? Kemana dia?”

 

“Ne? Dia sakit. Kemarin kakinya terkilir. Wae?”

 

“a-aniya!”

 

Kami kembali hening tanpa sepatah kata pun. Ah, aku punya ide brilian!!

 

“hei, kalian semua!” teriakku memanggil seluruh penjuru kelas. Membuat mereka menengok kearahku

 

“Donghae sakit, bagaimana kalau kita menjenguknya eoh?” lanjutku

 

“ne? sakit apa?” tanya seorang anak

 

“hei, dia hanya terkilir!” tiba tiba Hyesoo menanggapiku. Membuat seluruh murid berpikir tak penting menjenguk Donghae. Menyebalkan!

 

 

Heesung POV end

 

Hyesoo POV

 

 

“hei, dia hanya terkilir!” bentakku. Aish, sudah kuduga. Sunri itu berlebihan. Donghae bahkan berpesan padaku bahwa ia tak mau diganggu oleh siapapun. Lagi pula hanya luka kecil.

 

“mwo?” tanya Jinhye

 

“Geurae! Dia hanya luka ringan. Hanya butuh istirahat” jelasku

 

“Ya! Hyesoo-ah! kau jangan sok pahlawan!” tiba tiba Sunri mendorongku

 

“hei, apa yang kau lakukan?” aku menyingkirkan badannya dari hadapanku

 

“Kau! Aku membencimu! Kau bilang dia baik baik saja?! Ah, kau itu tak tau apa apa hyesoo!!” dia kembali mendorongku hingga aku jatuh.

 

“kau lebih tak tau apa apa, Heesung-ah!! memang kau siapanya? Hah?!” aku bangkit dan mencengkram bahunya kuat. Dan kami saling dorong hingga tak karuan

 

“kau tau?! Aku calon yeojanya! Arra?!” ia memajukan wajahnya. Cih, kata katanya membuatku muak!

 

“gyahaha.. kau pandai membuat lelucon!” aku menyeringai dihadapannya membuatnya kesal.

 

“cih! Lihat saja nanti!” tantangnya

 

“geurom! Lihat saja nanti siapa yang menjadi milik Donghae!” aku mendorong badannya. Dan mulai bangkit berdiri.

 

“ada apa ini? Haha kalian berdua kusut sekali” Heechul baru saja masuk kelas. Mungkin dia terlambat. Aish, datang datang sudah meledek! Dasar Kim Heechul!

 

“Hei, Kim Heechul! Kau kemana saja?” seru Jongwoon

 

“ya! Jelaskan padaku apa yang terjadi?” rupanya Heechul masih terlalu bodoh untuk mencerna apa yang sedang terjadi.

 

“mereka berebut Donghae!” Sungmin menimbali

 

Sejenak suasana hening, Heechul memiringkan kepalanya menatap kami berdua dan “gyahahahaahahaha” tiba tiba ia tertawa geli. Hei, apa dia gila?

 

“ya! Kau kenapa?” bentakku

 

“hahaha kalian bodoh sekali! Donghae sudah mempunyai yeojachingu! Namanya Jang Minrae! Hahaha”

 

“j-j-jinja?” tanya Heesung sambil mengguncang guncangkan tubuh Heechul

 

“ya! Hentikan! Haha kalian boleh menanyakannya pada mereka” jelasnya sambil melepaskan tangan Heesung dari bahunya

 

 

 

Kenapa? Donghae takpernah menceritakan ini sebelumnya. Dia, dia itu menyebalkan!! Aku muak! Kakiku terayun kencang meninggalkan kelas aneh dan menyebalkan ini menuju tempat favorite ku, balkon atap.

 

 

 

——-

 

 

 

“AAAAAAA!!! LEE DONGHAE!! KAU MENYEBALKAN!” teriakku sekuat tenaga membuat sekumpulan burung terbang berhamburan, mungkin mereka ketakutan. Hahaha, aku hanya tertawa miris melihat kebodohan yang kubuat sendiri. Tenggelam dalam pesona seorang Lee Donghae, meninggalkan Heesung sahabatku.

 

“AAAA!!!” aku kembali berteriak, cara yang efektif untung menghilangkan stress.

 

“AAAA!!!” bukan, kali ini bukan aku yang berteriak. Seseorang dibelakang sana yang berteriak.

 

“huh, Heesung-ah~” sambutku

 

“Haha, mianhe. Aku terlalu bodoh, Hyesoo-ya!”

 

“Anni, bukan kau tapi kita. Ya, kita bodoh hahaha. Membiarkan diri tenggelam dalam pesona buatan Lee Donghae, memutuskan persahabatan, dan bertengkar seperti anak kecil. Ahah, mungkin mayat yang sudah kaku pun akan tertawa melihat nasib kita”

 

“HAHAHAHA” kami tertawa miris menertawai setiap tingkah bodoh kami. Huh, jeongmal baboya.

 

 

Lelah tertawa, kami pun saling menutup mulut. Tak ada kata kata yang membelah kesepian selain suara angin yang perlahan meniup nakal tubuh kami di balkon. Hingga aku terpikirkan sesuatu

 

“hmm, Heesung-ah! Apa hal ini akan terulang jika kita kembali menyukai namja yang sama?” tanyaku penasaran

 

“mollayo~” bahu Heesung terangkat pelan

 

“hmmm.. aku menyukai Kyuhun” ungkapku

 

“ne? Jinja? Dia adalah pangeranku!”

 

“mwoya?? Dia milikku!!”

 

 

END

 

huaaaaa akhirnya selesai juga. RCL ya?

One thought on “FF “HE” oneshoot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s