FF sherlock (thriller, mystery, friendship) part 2

Tittle: Sherlock Holmes

Genre: Thriller, Friendship, Mystery

Length: 2/3

Cast: All member of SHINee

Author: Riska Indah Damayanti

 

tuh kan kalo gue posting ff bukan comedy yang minta dikit!! RCL penting woooooyyyyyy *emosi

 

 

——– Sherlock ———

 

“kim yoonji-ssi!” seseorang meneriaki yoonji yang tengah berduduk santai bersama jonghyun. Tentu masih tentang kasus yang sama

 

“minho oppa!” sambut yoonji

 

“annyeong” sapa minho pada jonghyun

 

“annyeong, minho imnikka?” tanya jonghyun

 

“ne”

 

“silahkan duduk, apakah anda mengenal kim kibum?”

 

“a-a-aaa ne, wae?”

 

“apa hubungan anda dengannya?

 

“ah, aku hanya teman?” jelas minho

 

“ne? teman? Kibum oppa bilang kalian bersaudara?” tutur yoonji yang tiba tiba menimpali

”ah, hubungan darah saja tak ada! Mana mungkin ada saudara yang dilahirkan pada tahun yang sama eoh??” minho membela diri

 

“ah ne ne jangan ribut.” Lerai jonghyun

 

 

——– Sherlock ———

 

namja berperawakan kurus itu mengahampiri jonghyun dengan gerakan larinya.

 

“jonghyun hyung! Aku ingat! Si pembunuh memiliki luka gores yang dalam pada tangan kirinya! Di punggung tangannya! Ya, dipunggung tangannya! Aku ingat” jelasnya yang menggebu gebu

 

“taeminnie~ kau yakin?” tanya jonghyun

 

“geurae~” jawab taemin mantap

 

***

 

jonghyun mulai mengait ngaitkan semuanya. “Ah, keluarga yang tak dianggap” ia terus mengulang ulang kalimat tersebut. Tiba tiba terlintas bayangan bahwa minho lah pelakunya. Mengingat ia menyangkal yoonji

 

 

 

esoknya, jonghyun menghubungi minho. Ia akan memulainya dari minho, entah mengapa ia sangat yakin. Hari ini jonghyun meminta minho menemuinya di kantornya. Berbagai pertanyaan pun diluncurkan. Dan jonghyun teringat kata taemin bahwa sang pelaku mempunyai luka goresan yang dalam di punggung tangan kirinya. Hmmm tapi ia tak menemukannya pada minho. Luka dalam tak akan sembuh hanya dalam seminggu, batinnya. Ah, entahlah apa yang dirasakan jonghyun sekarang. Ia begitu bingung dengan kasus ini. Ia tak mungkin menyerah begitu saja karena ini menyangkut nyawa orang.

 

 

——– Sherlock ———

 

 

“jinki-ah~ aku bingung” jonghyun kini berbicara pada tetangganya, jinki

 

“ne? sabarlah jonghyun-ssi. Kau detektif handal” puji jinki yang sukses membuat jonghyun menampilkan senyum tegarnya.

 

“neo dongsaeng, eottae?” tanya jonghyun.

 

Wajah jinki kini tertunduk, mengingat ingat kabar adiknya di rumah sakit. Wajahnya menunjukan kemurungan membuat air mata kini mulai berkumpul di pelupuk matanya

 

“ne, mungkin belum waktunya sembuh. Maaf aku tak bisa membantumu membayar semua tagihan rumah sakit” jonghyun berusaha menguatkannya

 

“gwaenchana, aku tak lagi keberatan dengan tagihannya” jawab jinki dengan senyum manisnya

 

“ne? baguslah” tanggap jonghyun.

 

***

 

 

sudah sebulan lamanya jonghyun menyelidiki kasus ini. Beberapa bukti menjelaskan sedikit demi sedikit perkaranya. Mengarahkannya pada seseorang, ya tersangka tersebut. Tapi entah mengapa jonghyun tak yakin sebelum ia dapat membuktikan dan menemukan fakta bahwa orang itu adalah tersangkanya

 

—-

 

tepat seminggu setelah analisis jonghyun. Hmm, melelahkan tentunya. Namun, hari ini jonghyun menemukan sang pembunuh! Jonghyun sangat terkejut akan hal ini. Ia tak habis fikir bahwa tersangka itu adalah….

 

_author POV end_

_jonghyun POV_

 

 

*flashback*

 

“degg.. degg” bunyi itu keluar ketika aku memotong badan badan ayam yang tadiku beli. Aku akan mengolahnya menjadi ayam goreng super lezat. Aku meletakan pisau dan mengambil mangkuk berisi tepung dan bumbu. Kemudian mencuci potongan demi potongan tadi. Saatnya aku memendam potongan ayam itu dalam tepung, aku melumuri seluruh permukaan ayam. Entah mengapa aku terpaku pada pisau itu. Bukan, bukan karena kagum akan ketajamannya. Aku seperti mengenal pisau ini. Ini bukan pisau sembarangan yang dijual dipasar. Ini pisau yanggg limited edition !! *anggap aja ada gitu ya?* hanya beberapa orang yang memiliki ini. Hmmmm, aku aku juga pernah lihat ini diiiiiiii….. ah! aku ingat!

 

Aku meraih benda berwarna silver dari tasku, laptop pun terlihat kemudian kukeluarkan dan ku aktifkan laptopku. Membuka sebuah folder dimana aku menyimpan foto pembunuhan yang taemin serahkan padaku. Aku men-zoom gambar tadi. Adegan dimana si pembunuh mengangkat pisaunya. Dan, gotcha! Itu pisau yang sama. Ah, tapi tak mungkin dia pelakunya. Ah, tidak! Dia orang baik. Aku mengurungkan diriku untuk menangkapnya. Aku mengambil foto pisau tadi sebagai tanda bukti. Dan segera mengembalikannya pada sang pemilik pisau

 

—–

 

apa yang kau lakukan jonghyun-ah? kau memata-matai seseorang yang selama ini tak kau curigai. Ah, dia keluar dari pintu rumahnya “prakkk” ia terlihat menjatuhkan benda yang mengkilat karena terkena sinar lampu. Hah? I-i-tu kan pisau yang kemarin. Kemana dia eoh? Aku harus mengikutinya!

 

 

 

Ia menyeret seseorang yang tak berdaya karena berbenturan dengan bata yang tadi ia hujam ke kepala korbannya. Dan benar saja, pisau itu dikeluarkan dari kantong jaketnya. Aku memotret ini terlebih dahulu dannn

“jinki-ah!!!! jangan bergerak!” aku menodongkan pistol kearahnya sebelum ia melanjutkan aksinya yang hendak menusuk jantung korban. Ia membuka topengnya dan tersenyum. Mengapa ia tersenyum eoh??

 

“sudah kuduga aku akan tertangkap olehmu. Hmmm aku juga sudah bosan melakukan ini” terangnya. Aku melihat bekas luka ditangan kirinya yang sedang memegang pisau, seperti kata taemin. Benar ternyata, jinki pelakunya! Rekan rekan yang tadi ku hubungi pun mulai keluar dari persembunyiannya.

 

“jangan bergerak!” tegasku

 

“aku tak akan melawan. Aku bilang aku sudah bosan dengan semuanya. Tangkaplah aku, jonghyun-ssi” ia memerintahku menangkapnya. Tentu saja aku tak tinggal diam. Aku membekuknya dan mengambil pisau itu sebagai barang bukti. Rekanku yang lain membawa korban tadi yang ternyata sudah tewas karena pendarahan diotak akibat benturan tadi. Hah~ aku gagal menyelamatkan nyawa orang itu. Aku terus menggiring jinki kedalam mobil polisi

 

 

—-

 

aku memasuki apartement jinki. Mengais bukti bukti disana. Hah, entah mengapa aku tak merasa jinki adalah otak pembunuhan ini. Aku menelusuri tiap jejak dirumahnya. Aku menemukan buku tabungan dan aku mengangkat sebelah alisku melihat nominal didalamnya dari 10.000 won menjadi 100.000.000 won. Dan itu terjadi dua kali, ya dua kali ada deposit masuk sebesar 100.000.000 won.

 

 

——– Sherlock ———

 

“huh, tak salah aku menyewanya! Aku seakan akan tak terlibat dalam ini” seseorang kini tengah bergumam sambil melihat sebuah taman dari sebuah jendela dikamar sesorang dan kemudian meneguk secangkir cokelat panas dari gelas yang digenggamnya. Kamar yang seperti sudah lama tak pernah dipakai untuk beberapa bulan ini. Ia tampak memandangi foto foto milik seorang namja . yang jelas bukan dirinya, foto itu malah lebih mirip dengan kim kibum. Hmmm ya, itu memang kibum. Dia tampak manis di foto itu. Namun orang tadi tidak sependapat denganku. Ia melihat foto demi foto dengan tampang bengis namun sedikit kepuasan tersirat di senyum kecutnya.

 

“aku menang! Aku dapat memusnahkan hama sepertimu, kim kibum!! hahaha” ia tertawa puas seakan ada hal yang lucu dari foto tersebut. Ia meninggalkan ruangan itu, kini ruangan itu nampak gelap dan hampa

 

 

 

TBC

 

Hayo siapa namja yang cekikikan ngeliat foto key? Mau tau kelanjutannya? RCL!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s