FF When we meet again (ELF wajib baca)

Title: When we meet again

Genre: Sad, Friendship, Other

Length: One shoot

Cast: All member of Super Junior 13 + 2 = 1

POV: Full author

Author: Riska Indah Damayanti

 

———- When We Meet Again————-

 

2014

 

 

@dorm

 

 

“Hyung?” Ryeowook menarik narik ujung lengan baju Leeteuk, membuat Leeteuk menatapnya lembut.

 

“Kau jadi ikut kami ke China?” Ryeowook melanjutkan pertanyaannya.

 

“Aniya..”

 

“Mwo? Tidak jadi?”

 

“Aniya..”

 

“Lalu?”

 

“Tidak hanya aku yang ikut, tapi kita semua ikut! Kita akan membantu promosi Super Junior M bukan?”

 

“Jinja?? Huaaaaa aku senang sekali!!!” Ryeowook berjingkrak kegirangan sambil memeluk tubuh sang leader.

 

 

——-

 

 

 

“Yak! Kim Heechul! Lihat wajah jelekmu! Semakin jelek jika kau tekuk seperti itu!” Seseorang dengan tampang ‘evil’nya mengejek dan membuat Heechul menatapnya kejam

 

“CHO KYUHYUN!!! DIMANA SOPAN SANTUNMU???!!!” Ya, kebiasaan seorang Kim Heechul berteriak teriak jika sedang kesal. Sementara Kyuhyun hanya tertawa geli melihat respon hyungnya

 

“Heechul-ah! Ini di bandara! Ini di negara orang! Ingat umurmu, kau sudah tak pantas berteriak sesuka hatimu” Leeteuk berusaha menenangkan suasana.

 

“Aish, kau ini! Walaupun tua, aku sangatlah awet muda! Ingat itu” ujar Heechul tak mau disalahkan. Leeteuk hanya mengngguk mengiyakan ocehan rekannya itu.

 

 

 

——-

 

 

 

@hotel

 

 

“Huaaahhhh… akhirnya kita sampai juga” Eunhyuk langsung berlari dan melompat ke kasur putih yang ada dihadapannya. Donghae menyusul dan merebahkan badannya dikasur yang sama.

 

“Yak! Mandi dulu!!” tegur Siwon

 

“Aish, tak usah mandi pun aku sudah tampan” Eunhyuk menanggapinya santai

 

“Ya!! Aku setuju dengan Eunhyuk hyung” tiba tiba Henry bergabung kemudian melakukan high five dengan Eunhyuk.

 

“Dasar jorok! Baiklah aku mau tidur” ujar Heechul

 

“Bodoh, dia juga jorok! Lihat saja! Baru sampai sudah mau tidur -_-” gerutu Eunhyuk

 

 

———

 

 

Sepoi angin membelai wajah tampan Heechul. Hari sudah sangat larut, namun ia tak memejamkan matanya. Ia terlalu lama tidur tadi siang sehingga matanya enggan untuk dipejamkan. Heechul memilih ke balkon hotel memandang hiruk pikuk kota ditengah malam. Hiasan lampu gedung dan kendaraan disana sini membuat untaian sinar yang apik.

 

“Kau, tidak tidur hah?” tiba tiba seseorang menghampirinya seraya menyodorkan segelas susu hangat.

 

“Ah, Leeteuk-ah~. Aku tidak mengantuk” jawabnya

 

 

“Aku tahu sebenarnya kau memikirkan dia setiba disini” perkataan Leeteuk membuat Heechul menoleh kearahnya

 

“Ne, aku berharap takdir mempertemukan kita”

 

“Aku pun berharap begitu”

 

Suasana kembali hening, hanya suara dari kendaraan yang berderu pelan diantara mereka.

 

“Hhhh.. sudahlah~ Aku masuk duluan” Leeteuk sepertinya sudah menyerah matanya mulai sulit untuk diajak kompromi. Ia pun kembali masuk kedalam hotel.

 

Sementara Heechul…

 

“Hangeng-ah~ Kita berada dalam satu tanah yang dipijak, satu udara yang dihirup, sama sama bernaung dilangit yang sama. Aku harap ada suatu keajaiban” Heechul terbawa suasana hatinya, ia memajamkan matanya di ikuti beberapa bulir air matanya yang menetes pelan. Tanpa ia sadari sebuah bintang jatuh di langit. Ia kembali membuka matanya tanpa sempat melihat indahnya pemandangan bintang jatuh tadi dan kemudian masuk kedalam hotel.

 

 

 

———- When We Meet Again————-

 

 

 

Sekarang, Super Junior M tengah bersiap dibelakang panggung. Tepatnya diruang tunggu. Tidak hanya Super Junior M, sisanya pun turut serta disana untuk men-support mereka.

 

“Hyung! Kau sepertinya sangat berbakat menjadi manager, jika kau sudah kehilangan pekerjaan, temui aku! Aku akan mempekerjakanmu!” ujar Kyuhyun

 

“Aish, dasar kau magnae kurang ajar! Aku tak akan kehilangan pekerjaan!” Leeteuk kini mengacak acak rambut Kyuhyun

 

“Jangan sentuh aku! Nanti ketampananku berkurang!” bentak Kyuhyun sambil merapikan rambut coklatnya diikuti tawa oleh member lain.

 

“Berisik sekali” tiba tiba Heechul bangkit kemudian pergi entah kemana. Member lain pun menatapnya heran.

 

 

———- When We Meet Again————-

 

 

“Bodoh! Ah! Mengapa masih kuharapkan orang seperti dia hah?” Heechul berbicara pada bayangannya di cermin toilet.

 

“Cklek” satu pintu kamar mandi terbuka dan seseorang keluar dari dalam sana sambil menggosok wajahnya dengan handuk kecil. Heechul menatapnya sebentar dan kembali membasuh tangannya.

 

“Deppp!” tiba tiba Heechul terpaku, jantungnya serasa terhenti, nafasnya tercekat saat melihat wajah orang disampingnya dari bayangan cermin. Heechul pun menoleh dan benar saja, orang itu adalah orang yang selama 5 tahun menghilang dari pandangannya. Menghilang dari kehidupannya.

 

1 menit

 

 

2 menit

 

 

5 menit

 

 

10 menit sudah berlalu, namun kedua orang ini masih terpaku di posisi yang sama. Tak ada kata kata yang terucap. Tenggorokan mereka masing masing terasa sakit, menahan kata kata yang selama ini ingin diucapkan. Tidak, Heechul sudah tidak kuat dengan posisi ini, air mata mulai turun membelai pipi mulusnya. Begitu pula orang yang dihadapannya.

 

“H-Ha-Hankyung-ah~ Kau kah itu?” Heechul mengawali percakapan mereka

 

“Tidak, aku Hangeng” ujar orang dihadapannnya yang kini memalingkan pandangannya.

 

“Kau Hankyung!” bentak Heechul

 

“Permisi, mungkin kau salah orang. Sebentar lagi giliranku tampil” Hangeng melewati sosok Heechul

 

“Tunggu, kau pergi begitu saja. Kau, kau membuatku sulit bernafas. Kau tahu? Saat kau meninggalkan kami rasanya aku ingin mati! Kau, kau, kukira kau orang yang dapat mengerti aku. Apakah sekarang kau akan pergi lagi? Pergi tanpa izin dariku?” kata kata Heechul menghentikan langkah kaki Hangeng. Heechul memutar balik badannya agar ia dapat menatap punggung orang yang selama ini ia rindukan. Air mata mengalir deras dari mata keduanya.

 

“Hankyung-ah~ Jika kau ingin pergi lagi, kumohon. Untuk terakhir kali, ucapkan salam terakhirmu untuk kami, untukku, untuk ELF kita. Kumohon, jadilah Hankyung yang kukenal dulu walau hanya sehari ini saja.” Heechul terus memohon Hangeng

 

“Maafkan aku” kalimat singkat Hangeng seperti jawaban untuk menolak permohonan Heechul. Hangeng pun pergi meninggalkan Heechul sendiri.

 

“Kumohon jangan pergi lagi..” Heechul masih meratapi sosok orang tadi sambil memukul mukul dadanya yang sesak.

 

 

——

 

 

Heechul kembali ke ruang tunggu, kembali berkumpul pada rombongannya

 

“Hyung, kau kenapa?” Donghae menghampiri Heechul

 

“Dia ada disini” air mata kembali tergenang dikantung mata Heechul

 

“Nuguya?” Kangin ikut menghampiri Heechul

 

“Dia, dia, orang yang pernah bersama kita” perkataan Heechul kali ini membuat semua terkejut dan mengilinginya

 

“K-kau melihatnya?” tanya Kibum

 

“…” Heechul mengangguk mengiyakan

 

“Dia.. dia berkata dia adalah Hangeng, bukan Hankyung.. Tapi.. tapi.. aku dapat dengan jelas melihat air mata yang deras darinya.. Aku tahu dia juga merindukan kita..” Heechul menceritakan semua dengan penuh air mata. Member lain pun turut sedih mendengar ucapan Heechul.

 

“Baiklah, kuatkan diri kalian. Sebentar lagi kalian tampil” bujuk Leeteuk

 

 

——–

 

 

Acara telah selesai, waktunya kembali ke hotel. Wajah para memer Super Junior menunjukan ekspresi yang sama. Raut wajah mereka seperti mengatakan “Dimana Hangeng? Aku ingin melihatnya, aku merindukannya”. Mereka berjalan gontai hendak meninggalkan gedung. Tiba tiba mereka melihat sosok yang tengah mereka bayangkan melintas dihadapan mereka.

 

“Hankyung-ah!!” tanpa pikir panjang, Leeteuk menghampiri sosok itu sambil berlinang air mata

 

“K-kau.. Apa kabar? Apa kau senang dengan kehidupan barumu? Kami selalu menanti kepulanganmu”

 

“Ini rumahku, disinilah aku pulang” Hangeng menjawab tanpa melihat Leeteuk yang ada dihadapannya.

 

“Aku bahagia jika kau bahagia. Satu permohonan terakhirku, kembalilah walau hanya satu hari. Kembalilah menjadi Hankyung kami yang ada untuk Super Junior dan ELF”

 

“Maafkan aku”

 

“Tunggu, aku hanya ingin memberimu ini. Kami akan selalu membukakan pintu untukmu kapan pun. Sampai bertemu lagi, Hankyung-ah” Leeteuk memberikan secarik kertas. Entahlah itu berguna atau tidak.

 

 

——–

 

 

@Hotel

 

“Apa yang kau berikan tadi, hyung?” tanya Sungmin

 

“Nomor ponselku. Aku harap ia berubah pikiran” tutur Leeteuk

 

“Baiklah, kemarikan ponselmu! Kita berkumpul!” Kangin mengambil ponsel Leeteuk dan meletakannya ditengah tengah lingkaran yang mereka buat.

 

“Aku yakin ia pasti menelpon!!” lanjut Kangin

 

“Baiklah! Ayo kita tunggu telepon darinya!” ujar Shindong sambil mengepalkan jari lalu meninjunya keatas.

 

 

10 menit

 

 

30 menit

 

 

1 jam

 

 

5 jam

 

 

Sudah 6 jam mereka menatap ponsel putih itu. Bahkan Kibum sampai tertidur.

 

“Sampai kapan ini?” tanya Kyuhyun

 

“Entahlah” Yesung menanggapi

 

 

—–

 

 

Hari sudah larut malam, tak ada tanda tanda telepon masuk. Wajah para member sudah lesu dan kumal. Mereka sudah terlalu lama diposisi melingkar.

 

Drrttt.. drrttt.. Tiba tiba ponsel itu bergetar membuat mereka serentak mendekat. Leeteuk langsung mengambilnya dan membuka pesan masuk. Seketika wajahnya yang bahagia berubah menjadi murung.

 

“Wae?” tanya Yesung

 

“Itu.. hanya Customer service -_-“ ujar Leeteuk pasrah

 

“Hoaaaammm..” Kibum melanjutkan tidurnya

 

 

——

 

 

Matahari sudah berdiri gagah menyinari dunia pagi ini. Para member Super Junior tengah berkemas sekarang, waktunya kembali ke Korea. Leeteuk masih memandangi ponsel putihnya. Ya, ini kenyataan yang harus mereka terima bahwa Hangeng tak ingin lagi berkumpul bersama.

 

“Sudahlah, hyung. Itu memang keputusannya. Ayo kita pulang” Sungmin menepuk bahu Leeteuk dan kemudian mereka pergi dari hotel.

 

 

@Bandara

 

 

Wajah mereka menunjukan rasa amat berat meninggalkan tanah ini, masih berharap Hangeng ikut berkumpul bersama mereka. Bahakan Heechul terlihat tengah mengusap air matanya.

 

“Ini keputusannya, kau harus menghargainya” bujuk Leeteuk yang disambut anggukan darinya.

 

15 menit lagi mereka berangkat, barang barang mereka pun sudah masuk kedalam pesawat.

 

“drrrttt… drrrttt…” sebuah telepon dengan nomor dirahasiakan menelpon Leeteuk. Dengan gesit Leeteuk pun mengangkatnya

 

“Yeoboseyo?”

 

“…” tak ada jawaban

 

“Yeoboseyo?”

 

“Tutt.. tutt.. tutt..” telepon terputus. Leeteuk pun mengernyitkan dahinya dan memasukan ponselnya ke kantong jaket putihnya.

 

 

—–

 

 

Saatnya masuk ke pesawat. Heechul mencari tempat duduknya namun, ia begitu geram saat menemui seseorang tengah tertidur dengan wajah tertutup topi di kursinya.

 

“Yak! Ini tempatku!!” teriaknya. Namun orang itu tak bergeming. Heechul pun menarik topinya.

 

“HANKYUNG-AH!!” teriakan yang maha dahsyat itu pun berhasil menggiring para member mendekat kearahnya. Tak terasa, air mata kebahagiaan menghujani wajah mereka masing masing.

 

 

 

———- When We Meet Again————-

 

 

 

“Life couldn’t get better….” Lagu ini kembali berseru dengan 13 orang diatas panggung. Membuat para ELF pada awalnya bertanya tanya, apakah ada member baru?

 

“ELF yorobeun!!” teriak Leeteuk disambut oleh teriakan hangat dari ELF

 

“Sungguh, aku tak tahu lagi apa yang ingin kukatakan. Seseorang yang pernah menghilang dari kita telah kembali lagi. Entah untuk hari ini atau untuk selamanya. Aku sangat bersyukur, aku tak pernah menyangka kita akan kembali dalam formasi lengkap seperti ini” Leeteuk tak mampu melanjutkan kalimatnya, ia terus menerus membiarkan air matanya keluar deras.

 

“Annyeonghaseyo~ Hankyung imnida. Urineun Super Junior-i eoeyo!” tiba tiba Hangeng keluar dari balik panggung. ELF pun berteriak keras.

 

“Maafkan aku, aku terlalu egois meninggalkan kalian. Aku hanya memikirkan diriku seorang, aku tak pernah menyadari sakitnya perasaan kalian yang kutinggalkan. Aku tak pernah tahu itu hingga kemarin aku dipertemukan kembali dengan Heechul. Aku sangat merindukannya, merindukan Super Junior, merindukan ELF, merindukan Sapphire Blue Ocean. Aku merindukan semuanya, aku tak bisa membohongi ini semua. Kumohon maafkan aku” suara isak tangis pun membahana seraya Hangeng berbicara.

 

“Aku ingat lagu ini.. ‘Shining star.. like a little diamond.makes me love. Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo, hangsang hamkke halgeora, till the end of time’ Aku akan selalu ingat lagu itu. Kita akan selalu bersinar bersama para ELF. Sekali lagi kumohon maafkan aku, terimalah aku kembali, aku tak mampu hidup tanpa kalian. Terimalah aku sebagai Han kalian” Heechul pun memeluk Hangeng, disusul member lain. Tidak, ini bukan mimpi. Ini begitu nyata, jika ini mimpi, Tuhan tolong jangan bangunkan aku dari tidurku.

 

Serempak para ELF melantunkan lagu Shining Star sambil terus mengayunkan lightstick, membentuk lautan yang paling indah didunia, yang akan selalu bersinar sampai kapan pun. Begitu indah didengar, dilihat, dan dirasakan. Tak peduli Hangeng atau pun Hankyung, kau tetap Han kami, Han Super Junior. Saranghaeyo, Han.

 

 

END

 

RCL ya? ini FF lomba admin waktu itu. jadi ini NO PLAGIAT!! pernah di post di SJFF ok? ini cuma buat ngisi kekosongan doang ko ^^

6 thoughts on “FF When we meet again (ELF wajib baca)

  1. Omooo author daebakkk… Aku nangis T_T aku pengen itu nyataaa… Hari dimana itu terjadi bakal jadi hari terindah di hidupku

  2. Aah keren.. Pasti nangis kejer gua lw ini kenyataan bahkan lebih, meskipun hanya sehari, tp itu membahagiakan, apalagi kalau selamanya😥 pasti akan lebih dan lebih bahagia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s