My Gift (FF EXO)

Title: My Gift

Genre: Romance, comedy

Length: Oneshoot

Cast: Byun Baekhyun, Han Hyesoo

Author: Riska Indah Damayanti a.ka Han Hyesoo a.k.a Kyupil

Note: Yess!!!!! Akhirnya gue bikin FF EXO sampe kelar hahhaha RCL ya? Ini FF EXO pertama gue.

 

The story is beginning..

Baekhyun POV

 

“MWO??? K-Kau? BYUN BAEKHYUN?!” teriak seorang yeoja yang baru saja berpapasan denganku. Nugu? Eh, tunggu! Dia.. dia “HAN HYESOO!!” pekikku setelah menyadari bahwa ia adalah teman kecilku sejak.. hmm.. sejak TK! Dan ketika kami menginjak Sekolah Menengah Pertama, ia harus pindah ke Incheon karena urusan bisnis ayahnya. Padahal waktu itu kami sudah akan tamat SMP -_-

 

“Haish, lihat! Kau sangat tinggi sekarang! Apa yang kau makan?” tanyanya sambil membanding bandingkan tinggi badan kami yang bertautan lumayan jauh.

“Hahaha tentu saja! Aku takkan menjadi kerdil sepertimu, Hyesoo-ah~” ledekku

“Apa kau bilang? Kerdil? Hah? Bagaimana mungkin gadis cantik sepertiku kau samakan dengan kerdil? Awas kau, Byun Baekhyun!!” ia berteriak sampai semua orang disekelilingku memperhatikan kami. Ditambah lagi ia memukuliku

“Hahaha baiklah hentikan. Aku hanya bercanda haha” pintaku sambil berlari menghindarinya.

 

 

-.-.-

 

 

Kurebahkan perlahan tubuhku pada single bed bersprai biru. Aku menggeser posisi tidurku hingga aku dihadapkan oleh sebingkai foto tepat disamping tempat tidurku. Dua anak kecil terlihat berangkulan bahagia dengan senyum ompong yang mereka pertontonkan. Mereka adalah aku dan Hyesoo. Han Hyesoo, masih melekat erat diingatanku kau dulu adalah gadis yang cengeng.

 

 

_Flashback_

 

“Huaaaaaa!!!!” teriak Hyesoo tepat disamping telingaku. Wajahnya memerah, bulir air matanya mulai menyeruak keluar. Benar saja, ia menangis hanya karena aku memakan sebungkus permen miliknya.

“Yak! Kau diam!” aku membungkam mulutnya

“BAEKHYUN-AAA!!!” teriak seorang wanita paruh baya yang kukenal. Dia adalah ibuku. Dan benar dugaanku, ia menghampiri kami dan mulai memukuli bokongku.

“Yak! Eomma~ appo!” rintihku sambil mengelus bokongku yang mungkin kini tampak membesar (?)

“Kau apakan Hyesoo? Ayo minta maaf!!” wajah eomma semakin seram saja. -_-

“Baiklah, aku minta maaf” akupun mengalah setelah beberapa saat sempat membelakangi mereka. Kujulurkan tangan kananku dihadapan Hyesoo sambil memamerkan jejeran gigi putihku. Hyesoo tampak melihat uluran tanganku, kemudian melihat wajah tampanku,dan beralih kembali ke tanganku. Ia menyambut uluran tanganku dan tersenyum lebar sama sepertiku.

“Hehehe” tawaku jahil sambil berlari meninggalkan eomma dan Hyesoo

“KYAAAA!!! UPIL!!!” wahaha rencanaku berhasil, aku menaruh upil ditanganku tadi haha aku jahat bukan?

 

 

_Flashback  END_

 

 

Sekarang kami satu sekolah lagi. Dan mulai pagi ini aku disuruh eomma untuk mengantar jemputnya. Yayaya seorang Byun Baekhyun, namja terkeren di sekolah menjadi tukang ojek (?)

“Ayo turun!!” Bentakku sambil mengguncang guncangkan punggungku agar makhluk yang bertengger pada punggungku bangun.

“Hyesoo-ah!! Ayo turun!” Bentakku sambil terus mengguncangkan tubuhku.

“IREONAA!!!” aku semakin ganas mengguncang guncangkan tubuhku bahkan sampai motor ku ikut bergerak kencang. Dan “BUKK!!” oh tidak! Ada masalah baru. Ia terjatuh

“BYUN BAEKHYUN!!!”

 

-.-.-

 

 

Sudah seharian ia mengabaikanku, masih dengan penyebab kejadian tadi pagi. Padahal aku sudah meminta maaf dan mengantarnya ke UKS. Wajahnya sekarang seram sekali, ia mengunyah roti itu seperti sedang mengunyah beton (?)

“Yak! Jangan makan seperti itu, nanti kau tersedak” tegurku

“Apa pedulimu?!” Hyesoo semakin membabi buta

“Terserah” cetusku

“Kau itu sok perha… UOHOOKK!!”

“Hahaha”

“Hokhok!”

“Hahaha”

Hyesoo segera mengambil jus jeruk milikku, ya karena hanya itu minuman yang ada dimeja kami -_-

“Yak! Itu milikku”

“Aku takkan meminum ini kalau aku tidak tersedak!”

“Aku sudah bilang awas nanti kau tersedak”

“Aku takkan tersedak kalau kau tidak mengatakannya!”

“Haish.. Terserah padamu saja Hyesoo-ah. Hahaha tapi tadi wajahmu lucu sekali hahahaha”

“Apa yang lucu?”

“Hahahahaha”

“-_-“

“Hahahahahahapppmm” tawaku seraya terhenti ketika sebuah roti menyumpal mulutku. Dan sekarang aku yang tersedak. Babo.

 

 

-.-.-

 

Sepulang sekolah..

 

 

“Kau masih marah?” tanyaku sambil berusaha menyamai langkah Hyesoo yang bisa dikatakan terlalu cepat

“…” ia tak menjawab, bahkan langkahnya semakin cepat.

“Yak!! Kau punya telinga tidak?!” bentakku sambil menarik bahunya hingga ia hampir terjatuh. Dan akhirnya ia berbalik badan menghadapku

“Byun Baekhyun!! Apa maumu?! Kau begitu menyebalkan!! Berhenti mengejarku!”

“K-kau benar benar marah? Hah? Sudah kubilang maafkan aku, aku akan mengobati kakimu itu”

“Bukan itu!! Sungguh kau tak ingat?!”

“Hah?”

“Sudah kuduga kau tak megerti! Bodoh!”

“Aish, ikut aku!” aku mencengkram tangannya lalu menariknya pergi ke tempat parkir. Ya, aku tahu ini kejam. Semua mata tertuju pada kami. Hah, masa bodoh!

Akhirnya kami sampai ditempat parkir. Kulihat wajahnya semakin kesal bahkan air matanya sudah berlinang. Apa aku terlalu keras menariknya?

“K-kau menangis?” tanyaku melembut

“Kau pikir aku hewan peliharaanmu?! Kau tarik kesana kemari?! Aku tak suka caramu!”

“Mianhe, naiklah”

“Shireo!!”

“Naik!!” aku menggendongnya dan meletakkannya diatas motor sport putihku.

 

 

-.-.-

 

“Yak!! Baekhyun-ah!! Kau gila?! Ini bukan jalan pulang! Kau ingin menculikku? Ini sudah hampir malam!” omelnya. Ya, Tuhan~ apa yang ia makan selama hidupnya? Mengapa ia begitu cerewet? -_-

“Diamlah, pejamkan saja matamu! Atau kau akan kubuang ke jurang!” ancamku

 

 

-.-.-

 

Nah, akhirnya sampai juga. Rencanaku akhirnya berjalan walau dengan cara yang sedikit memaksa. Dan lagi lagi makhluk dipunggungku ini tertidur. Bodoh! Aku menyuruhnya memejamkan mata, tapi tidak berarti ia harus tidur dan meninggalkan jejak berupa hmmm.. air liur -_-

 

“Bangun!!!” sentakku. Kali ini tak sesusah tadi pagi untuk membangunkannya.

“Hmm..” ia tampak menggeliat kecil dan mengucek kedua matanya.

“WOAHHH!!! INDAH SEKALI!!!” teriaknya lagi lagi tepat ditelingaku. Aih, dia hobby sekali melakukan ini.

“Yak!! Hilangkan kebiasaanmu yang sering berteriak ditelingaku! Kau ingin telingaku pecah?!” omelku

“Hehe, mianhe. Tapi, sungguh! Ini saaannngggaaattt indah!!” pujinya. Ya, siapa yang dapat menolak pesona sungai Han pada waktu sunset seperti ini?

“Kau sudah tidak marah kan?”

“Eoh? Ah iya! Aku kan sedang marah padamu!(._.?) ”

“Bodoh -_-.”

“Apa kau bilang? Seharusnya kau itu meminta maaf!!”

“Aku sudah meminta maaf dari tadi”

“Aku tidak medengarnya, kau harus mengucapkan itu dengan cara yang berbeda!”

“Baiklah pejamkan matamu”

“Kau ingin mengerjaiku ya? Kau menyuruhku memejamkan mataku, lalu kau akan meninggalkanku disini sendirian. Iya kan?” cibirnya tiada henti. Oh, Tuhan~ ampuni dosanya. Dia hanya gadis bodoh, ya Tuhan. Baiklah aku terpaksa menggunakan sapu tangan untuk menutup matanya

“Diamlah”

 

 

-.-.-

 

 

Hyesoo POV

 

 

“Baiklah, sekarang aku akan membuka matamu” tukasnya. Kurasakan ikatan pada kepalaku mengendur dan terlepas. Perlahan demi perlahan aku membuka mataku dan terlihatlah sesosok namja yang ya sebenarnya aku menyukainya. Namun, ia terlalu bodoh dan menyebalkan. Tunggu, sejak kapan ia membawa gitar?  Sekarang ia mulai memetik dawai dawai gitar tersebut.

“Girl, I cant explain what I feel…..” begitulah lagu indah yang baru saja Baekhyun lantunkan dihadapanku. Yang hmm.. kuakui suaranya dan lirik lagu ini dapat menyita hatiku bahkan alam sadarku untuk beberapa saat tadi. Kulihat ia mendekat, wajahnya tampak berseri. Apa? Apa yang akan ia katakan? Apa ia akan meminta bayaran karena aku sudah menyimaknya bernyanyi?

“Eung.. Itu tadi ungkapan perasaanku padamu, Hyesoo-ah” ujarnya gugup

“M-mwoya?” sungguh bodohnya aku, apa ia menyukaiku? Ah itu tidak mungkin

“A-aku meminta maaf. Hari ini aku amat menyebalkan. Aku tak sengaja, sebenarnya aku menyiapkan semua ini untukmu. Tapi insiden tadi pagi mengacaukan semuanya. Aku tak mungkin lupa kalau ini hari ulang tahunmu. Aku ingin memberikan hadiah yang menurutku ini special, karena hanya satu orang didunia ini yang bisa memilikinya” tuturnya panjang lebar. Oh, Tuhan apa dia sedang mengigau? Aku hanya bisa terpaku menatap matanya yang menyadarkanku bahwa ia sungguh sungguh.

“Aku memberikan hatiku padamu, sesuatu yang hanya kau yang memilikinya didunia ini. Hadiah ulang tahunku untuk gadis yang sejak dulu aku cintai. Maukah kau menerima hatiku?” tanyanya dan ah sungguh wajahku memerah. Ayo, katakan ya, Hyesoo!

“Hmm.. Kau dengar tidak?” tanyaku

“Apa?” tanyanya berbalik

“Hatiku berbisik bahwa ia menerima hatimu” oh Tuhan!! Dimana kardus? Atau tas atau kantong plastik atau apalah. Aku membutuhkannya untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.

“Jinja? K-kau menerimaku?” sebuah pertanyaan yang kujawab dengan anggukan. Aku menundukkan wajahku menahan rasa yang bergejolak dihatiku. Namun, Baekhyun malah mengangkat daguku hingga aku menatap wajahnya yang sama merahnya dengan wajahku

“Saranghae..” satu kata penuh arti keluar dari bibir manisnya. Hah? Manis? Sejak kapan aku tahu bibirnya manis? Demi Tuhan aku belum tahu rasa bibirnya *si Hyesoo babo amat* “Nado” jawabku tersipu.

“Chu~” sejurus kemudian Baekhyun mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibirku. Membuatku kini tahu apa rasa bibirnya *plak

“Ayo pulang” ajaknya sambil menggandeng lembut tanganku. Menuntunku menaiki motornya. Baekhyun-ah, saranghae.

 

 

END

 

 

Wakakakaka sumpah!! FF nya ga nyambung ya? Ah bodo amat ahhhh akhirnya punya FF EXO juga. RCL ya? Gomawo Oh ya ada satu scene yg gue ambil dari FF lain. Gue udah minta ijin ko. Jadi ga ada plagiat. ^o^

2 thoughts on “My Gift (FF EXO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s