A Sacrifice (FF Sad Romance)

Tittle: A Sacrifice

Genre: Sad Romance

Cast: Choi Siwon, Stella Kim

Lenght: Oneshoot

Author: Riska Indah Damayanti a.k.a Kyupil

 

 

 

Stella’s POV

 

 

Wajah ini terlalu sempurna. Ukiran senyum ini terlalu menggetarkan hati. Tatapan tajam itu pun menusuk sampai hati. Semua itu hanya milik dirimu. Karena aku tak lagi bisa menghela lembut kulit wajahmu. Hanya menikmati indahnya parasmu dari sini

 

 

 

Choi Siwon, siapa yang tak mengenal dia? Bahkan anak anak yang masih menenteng boneka saja sudah mengatakan bahwa ia adalah pacar dari manusia perfect ini. Famous! Ya, dia sangat lah terkenal. Seorang visual dari Idol group terkenal di seluruh dunia, Super Junior. Siapa sangka dia pernah mengisi relung hatiku. Tidak, dia masih mengisi hatiku walau aku tak memilikinya lagi.

 

_Flashback_

 

 

Jantungku berdegup kencang. Terlalu kencang hingga rasanya ia akan mencuat dari tempatnya. Aku menyenderkan punggungku pada tembok sembari menggenggam erat sepucuk surat berwarna merah muda. Bukan, surat ini bukan dari kekasihku. Aku tak memiliki kekasih. Surat ini memang milikku. Aku akan memberikannya pada seseorang. Ya, seseorang yang sangat kucintai. Nekad! Aku tahu ini sangat nekad. Aku tak bisa menahan kejolak rasa ini. Aku tak mampu lagi membendung perasaanku.

 

“Ah, ne~ Annyeong, Hyung!” ah itu dia! Dia sudah menuju kesini. Sepertinya latihannya sudah selesai. Dengan gugup aku keluar dari tempat persembunyianku tadi dan kini aku tepat sekali berada didepan tubuhnya yang kekar.

 

“Hmm.. Nuguya?” tanyanya. Jadi, dia benar benar tak mengenalku? Yah, aku tahu aku memang tergolong kuper di sini.

 

“Yak~ Kau ini siapa?” tanyanya lagi, sekarang ia sedikit menunduk, berusaha melihat wajahku yang merah matang.

 

“A-a-aku~ S-stella K-kim” oh Tuhan mengapa sulit sekali hanya mengatakan nama yang sejak lahir melekat padaku?

 

“Oh~ Stella, bukankah kau juga seorang trainee disini?” ujarnya. Hah? Jadi dia tahu siapa aku? Ya, kami memang trainee di sebuah management artis, SM Entertainment.

 

“N-ne~” aku semakin menundukkan kepalaku. Mengapa nyaliku menjadi ciut seperti ini?

 

“Ada perlu apa?” suaranya menggema lagi ditelingaku. Membuatku kesulitan bernafas

 

“A-aku~ me-menyu–” belum selesai aku berbicara, ia menarik tanganku.

 

“Sebaiknya kita bicara di cafe depan saja” kami pun bergegas menuju cafe yang dimaksud.

 

 

 

 

 

 

“Mwoya?!” Ia membulatkan matanya. Tentu saja ia terkejut. Bagaimana mungkin seorang wanita mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Apalagi ia tak mengenal diriku dekat.

 

“N-ne~ Mianhe~ A-aku benar benar mencintaimu, Oppa~” tak terasa air mataku meleleh keluar. Hhhh lihat betapa bodohnya aku dengan air mata ini.

 

“Kau menangis?” Kini ia menundukkan wajahnya, berusaha melihat wajahku yang berderai air mata. Aku semakin terisak, entah megapa ekspresinya yang terkejut itu membuatku berpikir bahwa ia membenciku. Ya, aku sangat takut ia membenciku.

 

“Sudahlah~ jangan menangis” tangannya menggapai pipiku dan mengusap air yang mengalir disana. Aku pun tertegun dan mendongak kearahnya.

 

“Aku.. Aku akan mencoba mencintaimu” ujarnya. Tunggu! Apa maksud perkataannya ini? Apa dia…

 

“Sekarang jangan bersedih, aku sungguh tak bisa melihat seorang wanita bersedih, terlebih karena aku. Kumohon jangan menangis lagi.” ia menatap dalam manik mataku. Astaga, sungguh aku benar benar tak tahu harus berbuat apa.

 

 

 

 

 

Maafkan aku. Maafkan aku yang memaksa hatimu untuk menjadi milikku. Tak pernah kupikirkan bahwa langkah yang kuayunkan bersamamu membuat dirimu sakit. Mungkin ini terasa seperti berjalan ditengah hamparan bunga bagiku. Namun terasa berjalan diatas duri bagimu.

 

 

 

 

Sudah enam bulan semenjak ia menerima pengakuan cintaku. Cara yang bodoh memang, tapi ternyata usaha bodohku membuahkan hasil. Ia menerimaku. Beribu terima kasih kupanjatkan pada Tuhan dan juga dirinya.

 

Aku mendudukkan diriku di kasur bersprai putih yang ada di dalam kamar Siwon Oppa. Ya, aku kini tengah berada di dalam kamarnya. Ia sendiri yang menyuruhku masuk, sementara dia tengah bersiap di kamar mandi.

 

Mataku tertuju pada buku bersampul hitam yang terbuka, lengkap dengan sebuah pena hitam yang bertengger di atas buku itu. Entah apa yang mendorongku untuk meraih benda di atas meja itu. Ternyata ini adalah buku diary nya. Aku tahu ini lancang, tapi rasa ingin tahu ku mendominasiku, terlebih lagi terpampang namaku disana. Hingga akhirnya aku membaca isi lembaran kertas itu.

 

Stella Kim

 

Sungguh, aku telah berusaha sekuat tenaga. Aku selalu berusaha mencintaimu. Aku terus mencoba, terus tersenyum dihadapanmu. Namun, tak bisa ku rasakan getaran dihatiku saat bersamamu. Semua terasa seperti berbicara pada orang lain. Aku bahkan tidak mengenalmu jauh. Kau datang terlalu cepat.

 

Aku seperti orang lain yang terus mengelabui hatiku sendiri dengan kata kata cintaku untukmu. Aku hanya tak ingin kau menangis karena aku. Maafkan aku yang tak bisa mencintaimu. Terus berpura membuatku menjadi orang lain. Membuatku merasa aneh pada diriku sendiri.

 

Andai kau bisa megerti diriku. Aku tahu kau adalah wanita baik baik. Jujur saja aku kagum akan keberanianmu. Tapi, hatiku tak bisa mencintaimu. Walau terus kucoba untuk membalas cintamu. Maafkan aku yang terus membohongi dirimu.”

 

Astaga, jadi.. dia tak pernah mencintaiku? Jadi, sikap baiknmya selama ini semata mata hanya kasihan padaku? Sebodoh itu kah aku? Oppa, mengapa kau tak pernah berterus terang? Mengapa kau mengorbankan perasaanmu hanya demi air mata gadis bodoh sepertiku? Kau tahu? Bahkan kebohonganmu ini membuatku sakit. Sakit sekali

 

“Maaf sudah membuatmu menunggu, Chagi” suara berat itu bergema tepat dibelakangku, beruntung aku sudah meletakkan diary nya pada tempat semula. Kubalikkan tubuhku, terpampanglah senyum malaikatnya yang membuatku terenyuh semakin dalam di lautan cinta. Cinta yang tak pernah terbalas.

 

“Kau kenapa?” tanyanya khawatir

 

“Aniya, aku hanya teringat ibuku” alasan bodoh

 

“Baiklah, kajja” ajaknya sambil merangkul tubuhku lembut.

 

 

 

Hari ini, Siwon Oppa mengajakku berjalan jalan di taman hiburan. Sungguh hari yang indah jika ia berada di sampingku. Tak terasa langit telah berubah menjadi oranye. Pemandangan indah saat langit senja.

 

“Naiklah” pintanya sambil membukakan pintu mobil untukku.

 

“Gomawo, Oppa” sesuai perintahnya, aku menaiki mobil Hyundai berwarna hitam miliknya. Disusul Siwon Oppa yang memasukki mobil dan duduk di kursi pengemudi.

 

“Kita akan menikmati hari ini sampai matahari terbenam. Sepertinya menikmati senja di pantai sangat menyenangkan” ujarnya

 

“Kita akan ke pantai?” tanyaku yang disambut anggukan manis darinya.

 

 

 

 

 

Semilir angin menyapu permukaan tubuh kami yang terduduk di hamparan pasir luas. Aku memandang wajahnya yang semakin hari semakin mempesona. Oh, Tuhan~ apa yang harus kulakukan? Aku tak bisa jika melihatnya terus tersakiti dalam kepura puraan yang ia buat. Tidak, dia tidak akan menyakiti dirinya kalau bukan karena aku.

 

“Apa yang kau lihat?” tiba tiba suaranya mengaburkan lamunanku.

 

“Ngggg akuuu…” mengapa aku jadi salah tingkah? Bodoh

 

“Kkkkk kau lucu sekali” ia tersenyum hangat dan mengacak acak rambutku. Aku hanya tersipu malu.

 

“Oppa~” panggilku

 

“Ada apa?” tanyanya lembut

 

“Apa.. Apa kau mencintaiku?” tanyanku ragu. Oh, Tuhan~ bantu aku untuk tegar.

 

“..” Ia terdiam. Matanya terlihat memandang kearah lain.

 

“Oppa?” sekali lagi aku memanggilnya

 

“Mengapa kau menanyakan hal itu?” tanggapnya.

 

“Aku… Aku tahu yang sebenarnya” jawabku ragu

 

“Apa maksudmu?” matanya mulai menatapku tajam

 

“Oppa~ kau tidak mencintaiku kan?” mataku mulai memanas. Kumohon, jangan jatuh di hadapannya. Aku tak mau ia bertahan dalam kepura puraan ini hanya karena air mata bodohku.

 

“…” lagi lagi ia terdiam. Matanya terus menyusuri manik mataku. Mengisyaratkan bahwa ia tak mau menyakitiku. Namun terlihat jelas itu bukan tatapan seorang namja pada yeojachingunya. Tatapan itu membuatku merasa bersalah telah menyakitinya.

 

“Oppa~ Maafkan aku~ Aku tak pernah berpikir bahwa kau akan menjadi korban dari perasaanku. Sungguh, aku tak mau kau menjadi orang lain. Jika kau tersiksa karena aku, aku akan merelakanmu pergi. Percayalah, takkan ada lagi air mata karena dirimu. Kau tahu kan? Aku gadis yang kuat?” Sebisa mungkin aku menahan rasa pedih untuk melepasnya. Ini terasa amat berat dan terlalu sakit.

 

“Mianhe~” ujarnya lirih sambil mendekap erat tubuhku. Tangannya mengelus lembut rambut hitam panjangku. Tak kusangka rasanya akan sepedih ini. Diam diam aku menangis dipelukkannya. Hal yang kutakutkan kini terjadi, aku kehilangan dirinya.

 

 

 

_Flashback END_

 

 

 

“Kau pasti lelah dengan jadwalmu” gumamku sambil menatap wajah seorang namja pada layar laptop ku. Ku turunkan scroll pada mouse agar layar laptopku terganti. Layarnya memang terganti, tapi hanya menampakkan satu wajah yang sama. Yaitu wajahmu, Choi Siwon. Disini, disini lah aku. Duduk manis menatap wajahmu dari layar. Memantau keadaanmu, memastikan kau baik baik saja dari semua Info yang beredar. Kini aku mencintaimu atas nama fansmu. Walau cintaku terhadapmu tak bisa dikatakan sebagai cinta seorang fans pada sang idola.

 

 

END

 

Mwahaha entah ada angin apa gue bikin FF cast Siwon kkkkk yaudin, di comment aja ya? eh di like juga boleh kkk pokoknya RCL lah~ kritik dan saran diterima ^^

 

Kyupil

7 thoughts on “A Sacrifice (FF Sad Romance)

  1. kereennnn luar biasa membuat aku tak tahu harus mengatakan sesuatu pada mu wahai author the bessstlah buat ff sad endingnya…kalo bisa di jadiin novel kumpulan ff aja….ini jujur….membuat aku berderaiiii airmata….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s