Waiting For You (FF Sad Romance)

Tittle: Waiting For You

Genre: Sad romance

Length: Oneshoot

Cast: Cho Kyuhyun & Han Hyesoo (OC)

Author: Riska Indah Damayanti a.k.a Kyupil

.

.

.

 

_Hyesoo POV_

 

 

–Bukan, bukan karena aku mencintaimu.

Tapi karena kau adalah udara yang kuhela

Karena kau adalah matahari hidupku

Karena tanpamu aku rapuh

Karena itulah diriku bertahan untuk dirimu–

 

 

Udara di Seoul sekarang sangat dingin. Diiringi butiran-butiran salju yang terjun dengan indahnya hingga menutup permukaan Seoul. Kuhela nafas panjangku.

 

“Bahkan ini adalah musim dingin kedua dan kau tak kunjung kembali” gumamku. Ya memang, itu berarti sudah satu tahun aku menunggu kedatangan dirimu yang begitu kurindukan.

 

 

 

 

“Flip!”

 

Kunyalakan televisi yang mungkin dapat menghiburku dari dunia yang membosankan ini tanpamu. Sembari mengambil segenggam kacang mede yang tersedia di hadapanku, aku menggonta ganti channel, mencari acara yang membebaskanku dari rasa suntuk.

 

“Ledakan kembali terjadi lagi di tengah kota Seoul kemarin pukul 15.00 KST. Diduga kejadian ini ada kaitannya dengan ledakan sebelumnya yang merupakan ulah teroris. Pelaku teroris kini masih dalam penyelidikan polisi dan berstatus sebagai buronan-“

 

“Hahh.. kau tahu, Oppa? Kau pun seperti buronan dan aku polisinya.” Desisku parau. Sungguh, aku merindukanmu, Cho Kyuhyun.

 

 

 

 

–Menunggumu seribu tahun pun takkan kusesali. Takkan pernah.

Bahkan disaat seluruh dunia membencimu, percayalah langkahku selalu bersamamu. Karena aku mempunyai rasa. Rasa tanpa syarat yang hanya kau pemiliknya–

 

 

 

 

“Ting! Tong!” suara bel menyadarkanku dari lamunanku. Dengan malasnya, kulangkah kaki kecil ini menuju pintu bercat putih. Sesampainya, kutempelkan telapak tanganku pada daun pintu, mengayunkankannya, lalu menariknya perlahan.

 

“Depp!!” jantungku berdetak kencang.

 

“Benarkah? Benarkah ini kau?” batinku. Oh, Tuhan~ Apa dia benar benar Cho Kyuhyun? Bahkan saat ini tubuhku membeku, lidahku kelu, nafasku tercekat. Apakah ini mimpi? Atau kenyataan yang aku impi-impikan?

 

“Hyesoo-ah~ Diluar sangat dingin. Apa kau ingin aku membeku disini?” serunya sambil melambai-lambaikan telapak tangannya di depan wajahku.

 

“Ah? N-ne.. Mianhe. Silahkan masuk, Oppa”

 

 

 

 

Kusuguhkan cokelat panas favoritenya bersama beberapa camilan dari dapur. Wajah hangatnya menyambutku dengan senyuman. Tak ada yang berubah dengannya selama satu tahun. Kecuali pipinya yang menirus.

 

“Kau masih ingat kesukaanku?” tanyanya sambil menyambut gelas yang kusuguhkan dihadapannya, lalu menyeruputnya perlahan.

 

“Kau juga masih mengenakan ini?” tanyaku berbalik sambil menunjuk syal yang tergantung di lehernya. Itu pemberianku saat peringatan 100 hari kami berpacaran.

 

“Hahaha tentu saja! Ini sangat berharga bagiku” tukasnya

 

“Kau tak berubah” gumamku lalu tersenyum hangat padanya.

 

“Aku sangat merindukanmu” tuturnya lembut sambil menggenggam erat tanganku.

 

“Aku pun begitu. Aku tak akan berhenti menunggumu. Dan ternyata kau benar benar kembali” balasku.

 

Ia tersenyum, senyuman teduh yang berbeda dari yang tadi. Lebih hangat. Sudah lama aku tak melihat senyuman ini sejak setahun silam. Ditariknya tubuh mungilku kepelukan hangatnya yang penuh kerinduan. Dekapan penuh perasaan dan detak jantung yang berirama itu yang selalu menenangkan hatiku.

 

 

 

 

 

 

Sinar matahari menembus pertahanan kelopak mataku. Menggelitik mataku agar terbangun dari tidur indahku. Terbangun dari malam yang indah bersama Kyuhyun.

 

“Nghhh..” kurenggangkan otot ototku yang terasa kaku karena semalam aku tertidur di sofa. Tepatnya dipangkuan Kyuhyun.

 

“Oh iya! Dimana Kyuhyun Oppa?” aku pun bangkit dari tidurku, mencari sosoknya diseluruh penjuru ruangan hingga aku berhenti pada meja makan yang telah tersaji semangkuk bubur dan secarik kertas disampingnya.

 

-Selamat pagi, Hyesoo-ah ^^

 

Pasti kau saat ini sudah bangun ya? Perutmu pasti lapar. Aku tahu aku tak bisa memasak. Tapi demi kau aku berusaha memasak. Maaf jika masakanku meracuni perutmu hahaha. Aku hanya ingin meminta maaf telah membuat kau menungguku. Kau adalah gadis terbaik yang pernah ku kenal. Dan aku menyadari, aku tak pantas untukmu. Aku hanya akan membuatmu tersiksa. Kumohon, berbahagialah tanpaku. Lupakan aku, anggap aku tak pernah ada. Aku mencintaimu.

 

Kyuhyun-

 

 

 

Kakiku melemah, kelopak mataku sudah dibanjiri air mata yang terus mengalir indah di pipiku. Perlahan kugapai mangkuk berisikan bubur yang ia sajikan. Memakannya dengan rasa sesak.

 

“Kau jahat” komentarku sambil terus melahap sendok demi sendok bubur perpisahan kami. Yang jujur saja rasanya sangat hambar di lidah, namun sangat beraneka rasa di hati.

 

 

 

 

 

–Saat kau kembali kepelukanku. Saat kau menghangatkan hatiku. Saat rasa rindu itu terbayar oleh kahadiranmu. Mengapa kau jadikan saat itu adalah saat terakhir aku menyentuhmu? Merasakan hangatnya dirimu. Bahkan kau tahu aku rapuh tanpamu. Sekalipun kau suguhkan racun padaku. ‘Kan ku tenggak demi dirimu–

 

 

 

 

 

 

“Bagaimana bisa aku bahagia tanpamu? Bahkan semua kenangan kita selalu berputar seperti roll film dibenakku” batinku sambil melihat sebuah kedai kecil awal pertemuan kita. Saat itu kita berebut Ramyeon. Padahal itu adalah Ramyeon milikku. Sampai pemilik kedai mengusir kita karena kegaduhan yang kita perbuat. Dari situ kita mulai berteman. Ternyata kau sosok yang hangat walau kadang menyebalkan dan egois. Oh, ayolah~ aku tak bisa melupakanmu.

 

“DUARRR!!!” tiba tiba suara ledakan yang amat keras memekakan terlingaku. Asalnya dari café di perempatan jalan. Orang orang pun berhamburan keluar menyelamatkan diri. Ada juga yang terlihat penasaran dan mendekat, sama sepertiku. Tak lama kemudian, polisi berdatangan.

 

“Aigoo..” gumamku melihat café yang dulu tenang itu telah menjadi puing puing yang amat berserakan dengan beberapa korban yang luka luka bahkan terjebak tak berdaya. Jahat sekali!

 

“Grep!” tiba tiba seseorang bertopeng dan berpakaian serba hitam tertutup menarikku kebelakang menjauh dari kerumunan. Ia membawaku paksa ke ujung jalan yang tersembunyi. Tentu saja aku memberontak. Namun kuakui, tenaganya sangat kuat dibandingkan aku. Orang tersebut mengeluarkan benda kotak hitam kecil bertombol merah, kemudian menekan tombol merah itu.

 

“DUAARRRR!!!” Ledakan keras kedua. Berarti orang ini..

 

“K-kau..” nafasku tercekat. Oh, Tuhan, apa ini akhir hidupku? Menjadi sandera seorang teroris kemudian mati sia sia dengan sadisnya? Tubuhku gemetar, peluh terus mengalir bahkan menetes ketanah.

 

“Tolong! Tolong!” teriakku. Orang tadi mengisyaratkanku untuk tetap diam dan tenang. Hah? Apa dia gila? Mana mungkin aku bisa tenang di saat seperti ini?

 

“Tolong aku!!!” aku berteriak lebih kencang. Orang itu pun menutup mulutku dan memelukku.

 

“Duarr!!” sebuah tembakan dilepas oleh seorang polisi dihadapanku, disusul guncangan dari tubuh orang ini yang artinya ia tertembak.

 

“Arrggghhh” erangnya kesakitan. Tunggu! Suara ini? Detak jantung ini? Dan pelukan ini..

 

“Kyuhyun Oppa?” desisku yang mulai mengalirkan air mata.

 

“Tenanglah~ aku akan melindungimu” tuturnya sambil menahan rasa sakit.

 

“Duaarrr!!” satu tembakan lagi diluncurkan. Dengan sigap aku membalikan badan. Benar saja, timah panas itu benar benar masuk menancap di punggungku.

 

“Tapi kenapa kau—“ tanyaku terpotong

 

“Ssstt.. A-aku membawamu kesini agar kau tak terluka. Mengapa kau malah membalikan badanmu? Kau ini bodoh” tukasnya sambil menahan sakit.

 

“Ya! Aku bodoh! Aku selalu bodoh didepanmu karena aku tak bisa berfikir jernih saat bersamamu. Bahkan saat seluruh dunia ingin membunuhmu, aku satu satunya yang akan ada untuk melindungimu” kueratkan pelukanku padanya.

 

“Aku mencintaimu” Kyuhyun membuka penutup kepalanya, wajahnya tampak memar dan penuh luka. Dan kemudian ia menempelkan bibirnya ke bibirku. Mengecupnya perlahan dan hangat.

 

“Duarr!!” tembakan ketiga. Yang terasa lebih sakit karena menembus punggungku amat sangat dalam. Bahkan jantungku terasa sakit.

 

“Arrgghh.. Oppa.. Ini sakit.. Aku.. rasanya.. tak bisa bertahan lagi.. Aku.. Aku bahagia.. Karena ada dipelukanmu saat terakhirku.. Suatu saat nanti.. kita akan hidup bersama.. didunia yang kekal.. Satu hal yang tak pernah kusesali karena aku mengenal dan memilikimu..” Sakit!! Ini terlalu sakit untuk bertahan. Dada ini teramat sesak. Nafas ini terasa berat. Oh Tuhan, apakah ini rasanya saat malaikatmu menghampiriku dan menjemput nyawaku? Bahkan hangat pelukannya tak bisa menenangkan rasa sakit ini. Tuhan, izinkan aku tersenyum untuknya untuk terakhir kali..

 

 

 

_Author POV

 

 

Senyuman hangat dibalik rasa sakit yang Hyesoo rasakan. Ia memejamkan matanya, menarik nafas dalam dalam. Air mata keluar dengan tenang dari matanya. Dan “Hhhh” nafas yang memenuhi paru parunya kini terhembus panjang. Kakinya tak lagi berfungsi menopang tubuhnya hingga ia terjatuh pada pelukan namja bernama Cho Kyuhyun itu.

 

“Hyesoo-ah!” serunya sembari sigap menopang tubuh yeojanya. Kini hanya raga Hyesoo yang ada dalam dekapannya. Terpukul tentunya, saat kekasihnya tak bernyawa dipelukannya. Wajahnya amat geram. Perasaannya bercampur antara marah dan bersalah. Ia tak menyangka bahwa korbannya kali ini adalah orang yang sangat berharga baginya.

 

Ia meletakkan tubuh Hyesoo perlahan diatas tanah dan menatap penuh arti wajah yeoja tersebut.

 

“Mianhe..” ujarnya terisak. Kepalanya menunduk menahan pilu. Air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya terjun membasahi wajah Hyesoo.

 

“Arrrggghhh!!!” teriaknya geram. Kyuhyun bangkit dan berlari. Hyesoo tak salah, mengapa ia yang harus menanggung semua perbuatannya? Kyuhyun terus berlari dengan penuh dendam kearah kawanan polisi yang merenggut nyawa Hyesoo.

 

“Duarrr!! Duaaarr!! Duaaarrr!!” entah berapa peluru yang menembus tubuh Kyuhyun hingga tubuhnya tersungkur tak berdaya.

 

“Kalian.. Harus.. Membayar ini..” Kyuhyun mengeluarkan sebuah benda yang diketahui itu adalah bahan peledak. Ia mengaktifkan benda itu kemudian..

 

“DUAAARRR!!!!” Ledakan ketiga yang berhasil meluluh lantahkan pasukan polisi, dirinya, dan juga Hyesoo.

 

 

–Raga kita mungkin dapat berpisah. Namun hati kita takkan pernah berpisah. Walau jasad ini telah terkubur jauh didalam sana. Perasaan tanpa syarat yang tumbuh indah didalamnya akan terus hidup–

 

 

 

THE END

 

 

Ya ampuuunnn ini adalah FF sok puitis yang pernah ada hahaha lebay banget ya kata katanya itulooohhh hahaha. Yasyudahlah seperti biasanya, RCL buat voting tetep diperluin. Ada yang gasuka sama sesuatu nya di FF ini? Ada yan kurang pas atau apa gitu? Komen aja~ Gomawo ^^

50 thoughts on “Waiting For You (FF Sad Romance)

  1. Aaahh.. Nemu ff ini yg kebetulan lg blogroll,😥 nyesek banget ceritanya dan jadi rada parno gara2 inget bom bali sama bom di J.W. Marriot *kalo ga salah*

    aku bingung mau komen apa w.w

  2. ternyata terorris nya si evil.. Pindah profesi, biasanya ngerjain hyungnya, sekarang ngerjain polisi broh!! Wkwkwk😀
    daebak thor!!😉

  3. kayaknya design tulisannya perlu dibenerin soalnya panjang kesamping jadi ngga bisa dibaca sampai selesai. Aku pingin baca, jadi tolong diperbaiki. Gamsha~

  4. kyu oppa jd teroris😮 , huuaa… sad ending😦
    Sdkit koreksi, crta ini lgsg pda intinya, tw2 kyu oppa jd teroris gak ada awalnya tp hnya menjurus lgsg sama satu crta .

  5. Huaa sadiss ini sadisss cerita nya kenapa mesti sad ending.. Kkk bagus tapi. Alurnya kecepetan trs kenapa langsung tbtb kyuhyun jd teroris harusnya di ceritain dulu awalnya thor biar greget xD tapi aku maklumin kok *nahloh* kan oneshoot hehe

  6. iyaniih sebenernya ide cerita sama penyampainnya bagus cuma sayang kurang lengkap.. readersnya masih bertanya2 alasan kyuhun apa.. di paksa atau ke inginan sendiri kah?
    tapi ya udah deh:( good luck ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s