A Baby For You (Heechul FF)

Title: A Baby For You

Cast: Kim Heechul, Park Gaemi (OC), Park Jungsoo (cameo)

Genre: Romance, Hurt, Marriage Life

Lenght: Oneshoot

Author: Riska Indah Damayanti / Kyupil / Han Hyesoo

 

 

 

Aku meringis kesakitan sembari melingkarkan kedua tanganku pada perutku yang membesar. Sesuatu menendang nendang dengan lincahnya di dalam sana. Kubelai perlahan permukaan perutku yang terselimuti baju berwarna merah muda. Seutas senyum merekah di wajahku. Kini didalam tubuhku terdapat jabang bayi, buah dari pernikahanku dengan Kim Heechul.

 

Bahagia tentu saja ada dalam hidupku karena akan menjadi wanita sempurna yang akan memberikan keturunan bagi lelaki yang kucintai. Namun perasaan takut terus menggelayuti hidupku seakan enggan pergi. Malah semakin meraja lela seiring membesarnya perutku. Aku takut, amat sangat takut akan kenyataan yang harus kuhadapi saat anak yang kukandung ini lahir. Sebuah mimpi buruk yang akan menjadi kenyataan beberapa hari lagi.

 

 

 

_Flashback_

 

 

 

Bibir lembutnya menyapu bibir kecilku disambut oleh riuhnya sorak sorai orang di seluruh penjuru gereja. Seorang yang ku kagumi sejak dahulu kini berjanji pada Tuhan akan menjaga diriku, berbagi senang maupun susah, kaya atau miskin sampai maut memisahkan kita. Air mataku menetes haru, meliuk dengan indahnya dan turut serta membasahi pipinya yang menempel pada pipiku. Ia melepaskan ciuman kami dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya sambil tersenyum bak malaikat yang sengaja diutus Tuhan untuk menghapus air mataku.

 

 

 

 

 

 

“Kau tahu kan peranmu sebagai apa?” tanyanya yang jujur saja membuat nafasku tercekat. Menyadari bahwa acara sakral tadi hanyalah sebuah pengikat belaka. Bukan pengikat kedua insan yang saling mencintai. Tepatnya hanya aku yang mencintai dirinya.

 

“Tentu saja. Tugasku hanya memberikanmu keturunan kan?” sebisa mungkin aku memasang wajah tegar. Wajah yang sangat bertolak belakang dengan hatiku yang terkoyak hancur di dalam sana. Biarlah, biarlah ia tak menganggapku apa apa. Setidaknya aku bisa memilikinya, melihat wajahnya disetiap aku membuka mata, merawatnya jika ia sakit, dan menjadi sandaran di saat ia lelah. Menikmati dekap peluk hangat dirinya walau aku tak lebih dari seorang wanita bayaran nya. Biarlah~ aku tak peduli.

 

“Baguslah~ kuharap kau mengerti” balasnya datar sambil merebahkan dirinya di ranjang yang telah disediakan dengan kelopak bunga mawar yang tersebar membawa kesan romantis. “Berbaringlah, kau pasti lelah” lanjutnya. Aku pun hanya bisa menuruti perintahnya.

 

 

 

Sudah satu jam setelah Heechul Oppa memiringkan badannya memunggungiku. Aku menatap punggungnya lekat, ingin sekali aku memeluk hangat tubuhnya berbagi cinta. Namun itu hanya angan angan, aku tak berani memeluknya mengingat aku hanyalah pesuruhnya yang berstatus istri.

 

Aku mengikuti jejaknya untuk saling memunggungi. Tak terasa air mataku mengalir, aku terisak menahan rasa yang tak bisa kuungkapkan. Tiba tiba sebuah tangan mengalung diperutku dan mendekap diriku, kemudian membalikkan tubuhku hingga mata kami bertemu saling memandang.

 

“Ku kira kau gadis yang kuat. Mengapa kau menerima kontrak itu kalau kau hanya akan menangis seperti ini? Gadis bodoh!” tukasnya. Ya, aku memang gadis bodoh yang akan melakukan apapun untukmu.

 

“Jangan menangis! Aku benci wanita yang menangis!” Bentaknya membuatku tersentak dan terdiam. Matanya menatapku tajam. Jujur, aku sangat takut. Tanpa kuduga, ia mendekatkan wajahnya pada wajahku dan mencium bibirku lembut namun lama kelamaan terkesan menuntut.

 

 

#Sensor NC scene#

 

 

 

 

 

Aku duduk terpaku melihat sebingkai foto di ruang tamu. Foto terbaik di dalam hidupku, foto pernikahanku. Aku sadar, kehidupanku bersama Kim Heechul tak akan bertahan lama. Semua akan berakhir tatkala penghuni rumah ini bertambah. Air mata terjun bebas mengalir di pipiku. Aku benar benar mencintainya.

 

“Ting tong” Aku tersentak kaget keika suara bel memanggilku dari arah pintu, dengan cekatan aku menghampiri pintu sembari menghapus jejak air mata yang membuatku terlihat lemah. Kuayunkan knop pintu dan membukanya perlahan.

 

“Kau sudah pulang?” tanyaku ramah sambil menggapai tasnya. Seperti biasa ia hanya menatapku datar dan tak menjawab pertanyaanku. Dingin.

 

Saat tanganku meraih jas yang hendak ia lepaskan, tiba tiba sesuatu bergejolak di dalam perutku. “Hoek!” tanpa mempedulikan jas yang seharusnya kuambil, aku berlari secepat mungkin menuju kamar mandi. Berusaha mengeluarkan sesuatu yang bergejolak di dalam sana yang meronta ronta meminta untuk dikeluarkan. ‘Sial! Aku benci muntah’ umpatku dalam hati.

 

“Ganti bajumu, aku akan mengantarmu ke rumah sakit”

 

 

 

 

 

 

 

Sudah tiga bulan sejak dokter memberitahu bahwa aku sedang hamil. Tak kusangka bahwa ini benar benar berkah bagiku. Heechul Oppa semakin perhatian padaku, maksudku pada bayi yang ada di rahimku. Secara tak langsung ia memberikanku perhatian yang tak pernah kudapat saat penghuni rahimku ini belum muncul.

 

“Annyeong anak Appa” ujarnya bahagia sambil mengelus lembut perut buncitku. Garis melengkung manis terukir di bibirku. Bukankah ini sebuah keluarga yang harmonis? Tuhan, bisakah aku merasakan hari hari seperti ini sampai nanti, sampai helaian nafas terakhirku.

 

“Cepatlah lahir. Jadilah penerus Appa~” lanjutnya. Jujur, kata katanya ini seakan mencekik leherku. Mengingatkanku akan perpisahan yang sudah melambai lambai siap menjemputku.

 

 

 

_Flashback End_

 

 

 

Rasa takut itu semakin membuncah buncah, menari nari diatas ketakutanku. Seakan akan hari kematianku adalah hari kelahirannya. Sungguh, ini sangat menyiksaku. Aku tak mampu berpisah dengan Heechul Oppa, juga bayi yang selama 9 bulan ini bersemayam dalam rahimku.

 

“Arrrgghhh!!!” erangku saat rasa sakit dibagian perut bawahku semakin menjadi jadi. Sangat sakit, seperti ditumbuk oleh palu berduri.

 

“Gaemi-ah!!” itu, itu Jungsoo Oppa –Kakak kandungku-, beruntung ia datang tepat waktu dan membantuku untuk ke rumah sakit.

 

 

 

 

—-

 

 

 

“AAARRGGGHHH!!!” aku mengeluarkan semua tenagaku untuk mendorong jabang bayiku agar dapat melihat indahnya dunia. Bagian bawah tubuhku terasa terkoyak sobek, ini lebih sakit dari apapun. Seluruh ototku sudah kaku, peluh sudah membanjiri seluruh tubuhku.

 

Tangisan seorang bayipun terdengar indah bagaikan symphony merdu dari surga menggelitik mataku yang terasa memberat untuk terpejam melepas lelah dan sakit yang bertengger di tubuhku.

 

 

 

—-

 

 

 

Perlahan kelopak mataku terbuka, menyambut sinar matahari yang menyeruak masuk melalui jendela di samping kananku. Kuraba perutku yang tak lagi besar, dan baru kusadari “Dimana bayiku??!!!”  teriakku terduduk.

 

Seorang suster di sampingku yang tengah mencatat sesuatu yang tak ku ketehui pasti itu pun terlonjak kaget. “Bayi nyonya baru saja diambil oleh Ayahnya” tukasnya. Diambil ayahnya? Kim Heechul, setega itu kah kau? Tak kau biarkan aku menatap bayi mungil yang selama ini ku kandung. Apakah kau tak cukup melihatku hidup dalam ketakutan kehilangan kalian berdua? Biarkan aku mendekap anakku, biarkan aku mencium dan memberinya nama selayaknya ibu pada normalnya.

 

“Gaemi-ah~” seru seorang namja berkemeja biru yang kukenal sebagai Kakak kandungku menatapku iba. Menatapku penuh rasa sedih yang berkepanjangan, meratapi nasibku yang berakhir pilu. Ia mendekapku, berusaha menjadi tembok kokoh bagiku yang sedang terhuyung huyung terbawa ombak pedih.

 

“Oppa, aku ingin melihat anakku! Aku hanya ingin mendekapnya, memeluknya, memberinya kasih sayang seperti Ibu pada umumnya! Oppa, apakah aku terlahir untuk menderita seperti ini? Apakah aku harus merasakan hilangnya dua orang yang sangat kucintai? Mengapa harus seperti ini?!! Aku ingin melihat bayiku!!” tangisku semakin menjadi jadi, Jungsoo Oppa hanya mengelus lembut rambut hitamku lembut.

 

“Apa yang kau maksud dengan bayimu?” suara bernada dingin itu kembali muncul dari arah pintu. Jungsoo Oppa pun melepaskan pelukan kami dan berbalik badan mengarah pintu. Seorang pria berblazer hitam dengan paduan kaos putih bergaris hitam itu muncul kembali sembari menggendong malaikat kecilku.

 

“Oppa~ kumohon! Jangan ambil bayiku!! Biarkan aku menjaga dan merawatnya. Biarkan aku memberinya kasih sayang seorang ibu” Aku bangkit dari ranjang tempat aku berbaring dan dengan tertatih menuruninya, berusaha berjalan menuju kedua malaikat itu.

 

“Gaemi-ah! Kau masih sakit!” Jungsoo Oppa tampak menahanku.

 

“Biarkan aku, Oppa.” Ujarku lirih sambil memberontak. Jungsoo Oppa pun melepaskanku. Kubiarkan lututku menyentuh dinginnya lantai rumah sakit. Menunduk didepan namja dingin yang kucintai. Meminta hak seorang ibu.

 

“Heechul Oppa, bi—” baru saja aku memulai, Heechul Oppa memotong ucapanku.

 

“Berhentilah! Tak ada istilah bayimu! Aku tak akan membiarkanmu mengurus bayi ini sendiri!” cercanya membuatku terasa terantuk batu besar dari langit.

 

“Oppa!!!” aku memeluk kakinya. Terserah, aku tak peduli jika harga diriku terinjak injak demi anakku.

 

Heechul Oppa melepaskan rangkulan tanganku dikakinya, ia menyetarakan posisi ku yaitu berlutut. “Karena ini adalah bayi kita, kita akan bersama mengurus bayi ini. Bahagia sampai akhir seperti janji saat di altar” tuturnya lembut. Mengusap air mataku dan mengecup puncak kepalaku

 

“Tapi, kontrak itu—” lagi lagi iya memotong pembicaraanku.

 

“Persetan dengan kontrak! Aku tak butuh benda konyol itu! Aku mencintaimu” ujarnya dengan nada tinggi dan merendah lembut pada kalimat terakhir. Menghipnotisku, membawaku terbang ke langit tanpa hambatan. “Berdirilah” pintanya sambil membantuku berdiri.

 

“Aku akan menata semua dari awal dan hidup bersamamu hingga aku tak sanggup lagi hidup di dunia ini. Kau, dan bayi kita. Kalian adalah hidupku” ia mendekap diriku lembut dengan bayi yang masih berada dalam dekapannya. Tuhan, terima kasih telah mengabulkan semuanya. Mengubah kenyataan pahit menjadi kenyataan yang amat sangat manis.

 

 

END

43 thoughts on “A Baby For You (Heechul FF)

  1. annyeong…
    duhh tau2 nyasar kesini. hehehe
    ff‘y bagus… oneshoot..meski singkat tp jalan ceritanya ga kecepatanͺsusunan katanya jg rapih jadi enak dibacanyaͺtypo kayanya jg ga ada dehh.

    DaebaKkk^^

  2. Woahh kerennnn. Tpp entah knpe gue rasa kyak dipaksain end gitu jd feelnya krng dpett but its okey yg pnting happy ending..

  3. So sweet banget endingnya🙂
    pas di awal baca,aku ingin sekali mencekik heechul oppa,atas sikapnya.
    Eeee taunya oppa begitu romantis.
    Eh..jd lupa
    anyeong eonni.aku tika pendatang baru.senang bisa berkunjung ke tempat eonni.
    Ceritanya singkat,padat dan jelas isinya.
    Aku sangat menyukainya,simple tp gapang di cerna.
    Pokoknya OK
    fighting eonni🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s