The Future Life (FF Romance) //DRABBLE

Title: The Future Life

Genre: Life Marriage, Romance

Length: Drabble/ficlet

Cast: Cho Kyuhyun and You

Author: Riska Indah Damayanti / HanHyesoo / Kyupil / gymgyu (ini sebenernya satu orang loh ahahah)

 

—-

 

 

 

Seorang wanita yang tengah menikmati ayunan lemah dari kursi goyang yang terbuat dari rotan itu tersenyum lembut pada seorang bayi mungil yang tertidur pulas dalam pelukannya. Sesekali wanita itu mengelus dahi si bayi, senandung merdu tak hentinya mengalun dari bibir tipisnya.

 

Kulitnya yang dulu putih halus nan kencang kini mengendur. Jauh dari manekin yang terpajang di toko – toko mewah seperti dulu. Rambut yang dulu menggelombang bak gelombang samudra berwarna hitam berkilau pun memutih secara sempurna tak selebat dulu. Namun, ia tetaplah yang dulu. Tetaplah wanita yang kucintai.

 

Aku menghampiri dirinya, mengecup pucuk kepalanya dengan penuh cinta yang tak berujung. Dapat kurasakan dia mengulum senyum manis. Ia pun mendongakkan kepalanya, mencari manik mataku dan menatapnya penuh kasih. Aku hanya menatap mata hazel itu, membalasnya dengan seuntai senyum yang tak kalah manis.

 

“Kau ingin seorang bayi lagi, eoh? Dengan senang hati aku akan membuatkannya untukmu.” Godaku.

 

“Yak! Kau ini tak ingat dengan rambut putihmu, hah?!” ia mendengus kesal. Untung saja kedua tangannya sibuk mendekap bayi mungil itu. Kalau tidak, aku tak tahu apa yang akan dilakukan oleh kedua tangan itu padaku. Aku hanya bisa terkekeh kecil “Ssssttt.. Kau membangunkan cucu kita” protesnya sambil mengayun-ayunkan bayi yang tengah menggulat didekapannya.

 

“Ommonim, gomawo sudah mengurus Junhee. Aisshh, ini karena Junhong Oppa itu amat sangat merepotkanku” ujar sesorang yang tiba-tiba memasuki ruang tamu.

 

“Gaemi-ah~ tak apa-apa, Eomma senang bisa mengurus cucu Eomma” tanggap Heera –istriku- tatkala mengetahui itu adalah anak bungsu kami sembari menyerahkan bayi mungil itu pada ibu kandungnya. Hhhh, kau bisa membayangkan seberapa tua aku ini.

 

 

 

 

 

“Kyu…”

 

“Ssstt.. Sudah kukatakan, panggil aku Oppa”

 

“Tapi ‘kan..”

 

“Aish, tak ada alasan! Panggil aku Oppa. Kalau tidak mau, kau harus memanggilku Chagiya. Hahaha pilihan ada ditanganmu”

 

“Kau ini buta atau tak punya cermin? Kyu, apa yang kita lakukan di taman seperti ini? Lihatlah orang-orang sekitar kita, mereka masih muda. Masih pantas berkencan”

 

“Hahaha sejak kapan ada peraturan ‘yang berambut putih tidak boleh berkencan’ eoh? Kajja, matahari tenggelam itu akan terasa lebih indah kalau dilihat dari tepi sungai Han. Kau tak ingin melewatkan itu kan?”

 

 

 

 

 

Aku tak henti-hentinya mengulas senyum, membuat beberapa kerutan mulai terukir jelas diwajah keriputku. Detik demi detik pun berjalan seiring langkah kecil sang surya yang kembali ke peraduannya. Meninggalkan jejak sinar oranye yang membuat pemandangan yang apik. Kami –aku dan istriku- terduduk tepat didepan hamparan air sungai Han yang beriak lembut. Seakan mengiringi kepergian sang surya.

 

Pupil mata tua kami masih sibuk menangkap pemandangan indah ciptaan Tuhan yang tersaji dihadapan kami. Hingga akhirnya aku memalingkan muka, menghadap wajah wanita yang berada di sisiku.

 

“Kyu, apa yang kau pandang? Aku sudah tua, tak cantik lagi” ia tersipu malu. Menganggap seakan cintaku padanya menciut keriput seperti kulit kami.

 

“Apa yang kau bicarakan? Kau pikir aku Cho Kyuhyun Super Junior yang dulu? Yang akan diberikan sorak sorai kekaguman akan ketampanan dan talentanya. Tidak, aku sama sepertimu. Cantik? Tampan? Apa itu kekal? Tentu saja jawabannya tidak.” Ujarku bersungguh-sungguh

 

“…” dia tak membalas ucapanku. Namun, mata sayu itu menatapku haru.

 

“Dengar, cintaku padamu tidak menua dan menyusut seiring umur kita yang tak tergolong muda. Aku tak perlu wajah cantik. Aku hanya ingin dirimu. Aku hanya ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu. Bahkan jika nanti pemilik alam semesta ini mengambil nyawaku, aku ingin tetap bersamamu.”

 

“Kyu..”

 

“Happy 50th anniversary, my lovely”

 

 

 

Pria tua itu merangkul wanita tua dihadapannya, menekan sedikit kepala si wanita agar bersandar pada bahunya. Warna rambut mereka yang memudar bukan berarti cinta mereka tetap memudar. Tua, muda, bukankah itu memang takdir mutlak yang harus dijalani manusia? Tampan dan cantik? Bukankah itu hanya sementara? Pada akhirnya wajah cantik itu akan pudar. Yang tetap terjaga adalah cinta tulus nan suci dari lubuk hati.

 

Sang pria merogoh saku celananya, mengeluarkan kalung bermatakan hati. Sementara sang wanita masih terkejut atas kejutan suaminya. Ia tak menyangka bahwa lelaki pengisi hatinya itu masih menyimpan barang berharga saksi cinta mereka tatkala muda.

 

“Saranghae”

 

 

 

END

 

 

Ola~~~ hahaha ini FF apa ya? Hahaha entahlah, abis nonton “A Werewolf Boy” tau tau keingetan masa tua hahaha. Yasyudah, RCL ya readers cantik :*

10 thoughts on “The Future Life (FF Romance) //DRABBLE

  1. Hoho nihh ff bener-bener romantis gitu masa aku jadi ngerasa…aku tuh ceweknya, kalo castnya donghae mungkin lebih cocok thorr secara donghae itu romantis tapi berhubung aku sparkyu,bagini bagus bgt

  2. wow…nhehehe…..saeng ff mu ini ndak y pernah kamu kirim k wp laen?
    dg dig dug bacanya
    pengen bgt punya pasangan ky gt

  3. Haaahhh 50th anniversary? Mereka nikah umur brp? Skrg udh berapa puluh tahun ya… Keren.. Cinta mereka long last yah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s