FF / Two Heart/ Chapter 4-4 (ENDING) /Sad Romance

Title: Two Heart Chapter 4 (Ending)

Length: 4/4

Genre: Romance, Sad Romance, Angst, Marriage Life

Cast: Cho Kyuhyun (SJ), Kim Heera (OC), Han Hyesoo (OC)

Rate: 16+

Author: Riska Indah Damayanti / gymgyu / Han Hyesoo / Kim Heera (ini satu orang haha)

Note: Tadaaaaaaaa!!! Author kembali dengan eksperimen FF longshot kkkk happy reading dan nikmati setiap karya author yang tidak seberapa ini kkk.

 

 

 

 

“Dengarkan aku dulu!” Hyesoo memundurkan langkahnya. Ia takut akan sosok Heera yang siap menelannya hidup hidup. “Eonni.. Kumohon.. Tinggalkan aku bersama Cho Kyuhyun..” Hyesoo melanjutkan pembicaraannya, mengutarakan keinginannya.

 

Heera benar-benar naik pitam. Kesabarannya sudah diujung penghabisannya. Ia ingin cepat cepat mengakhiri semuanya. Dirinya sudah rapuh untuk bertahan. Sudah terlalu dalam ia tenggelam dalam jurang nista ini.

 

“Kau!! Wanita Jalang!! Aku membencimu seumur hidupku!! Kau bukan manusia!! Kau lebih dari setan!! Aku bahkan berharap kau enyah dari duniaku!!” Heera mengejar Hyesoo seperti orang yang kesetanan. Langkahnya begitu cepat bagi Hyesoo untuk menghindarinya. “Tak cukupkah kau membuat suamiku membagi cintanya?! Tak cukupkah kau melihatku menderita sepanjang hidupku?! Kau setan terkutuk!! Demi Tuhan aku membencimu!!”

 

Heera menarik tangan Hyesoo, menghempaskannya tubuh Hyesoo hingga tersungkur.

 

“Eonni, tu-tunggu dulu! Eon-Eonni!” Hyesoo berusaha mencegah Heera, namun Heera tak ingin mendengar ocehan wanita terkutuk itu lagi.

 

“Sudah cukup! Akhiri ini semua!! Wanita terkutuk!!” Heera menggapai leher wanita itu. Mencekiknya dengan sepenuh tenaga.

 

“KIM HEERA!! HENTIKAN!!” seorang lelaki berteriak dari belakang, berlari sekencang mungkin. Ia menarik badan Heera hingga terjorok ke belakang. Hyesoo tampak lemas dan terbatuk-batuk kekurangan nafas.

 

“Apa yang kau lakukan, hah?!” Kyuhyun menghampiri Heera. Mengangkat tubuh wanita itu dengan paksa. Heera yang masih lemah dan berderai air mata, hanya bisa berdiri menatap suaminya. Kyuhyun menampar pipi istrinya. Bisa terlihat jelas ceplakan telapak tangannya yang kekar di pipi Heera.

 

“Keluar!” pinta Kyuhyun. “Kubilang KELUAR DARI SINI!!” Kyuhyun membentak dengan suaranya yang lantang.

 

Heera menahan sakit pada pipinya. Bahkan perih dipipinya belum hilang. Lelaki ini malah menambah kepedihan atas segalanya. Penderitaanya lengkaplah sudah. Mungkin inilah ujung dari segalanya. Inilah ujung dari kisah cintanya.

 

Heera melangkahkan kakinya keluar rumah. Apa gunanya ia berada disini lagi? Toh posisinya dirumah ini bagaikan mayat hidup yang tak dianggap.

 

 

 

 

Seminggu kemudian..

 

Kyuhyun terbaring di kasur berbalut kain biru laut dalam kamar dengan cat yang berwarna senada dengan kain pembalut kasur itu. Ia memandangi bingkai indah yang terpajang di atas meja. Kedua insan yang tengah berbahagia. Sang pria dengan balutan tuxedo putih tulang. Dan sang wanita yang terlihat anggun dengan gaun putihnya. Kala itu, semuanya masih baik-baik saja.

 

Ia memejamkan matanya. Air matanya pun jatuh tatkala kelopak matanya menutup. Ia mencintai wanita itu. Ia sangat mencintainya. Ia menyesali perbuatan bodohnya. Demi Tuhan ia tak berniat berbuat seperti itu.

 

 

 

 

 

“Pergi! Kau menyakiti putriku!” seorang wanita paruh baya meminta Kyuhyun untuk menjauh dari rumahnya.

 

“Eomonim.. Aku….” Kyuhyun tetap bersikeras ingin bertemu Heera.

 

“Aku bukan ibumu! Pergilah! Putriku membencimu!” Wanita paruh baya itu mendorong tubuh Kyuhyun.

 

“Tapi…” Kyuhyun melihat sosok Heera yang berdiri dibalik pintu “Heera-ah! Biarkan aku masuk! Aku ingin mengatakan sesuatu! Kumohon! Maafkan aku!” Kyuhyun menjerit seperti gelandangan yang meminta tempat tinggal.

 

Hati Heera terlalu sakit untuk menerimanya kembali. Ia tak mampu jika harus bertahan di dalam arus cemburu dan pembagian cinta yang tak adil. Segalanya ingin ia akhiri. Heera hanya mampu terdiam dan berdiri tepat di belakang ibunya. Melihat suaminya meronta-ronta.

 

“Pergilah, Tuan Cho Kyuhyun. Dengan hormat, aku memintamu untuk pergi.” Heera akhirnya bersuara. Sebelum akhirnya tangannya meraih pintu rumahnya dan kemudian menutupnya. Menghapus pandangan yang sedari tadi ia saksikan.

 

 

 

 

 

Seseorang memencet bel rumah berpintu cokelat itu. Sang pemilik rumah pun membukakan pintunya. Dapat terlihat jelas wanita yang muncul dari dalam rumah itu adalah Kim Heera. Ia terkejut akan sosok yang menjadi tamunya pagi ini. Dengan segera, ia menutup pintu rumahnya kembali.

 

“Eonni.. Eonni.. Kumohon.. Dengarkan penjelasanku..” seorang wanita yang berada di sisi luar rumah itu berseru dengan suaranya yang lemah. Heera masih mampu mendengar suara wanita itu dengan jelas. Sempat terlintas pertanyaan mengapa wanita terkutuk itu terduduk di kursi roda. Apa ini semua karena kejadian itu?

 

“Eonni.. Aku tahu Eonni begitu sakit hati. Aku tahu apa yang Eonni rasakan saat ini. Dan aku tahu, walau Eonni tak mengizinkanku masuk, aku tahu Eonni akan mendengarkanku..”

 

 

Flashback

 

Gadis itu menggenggam erat tangan Kyuhyun. Air matanya sudah membanjiri wajahnya. Ia tak peduli akan tatapan beberapa pasang mata itu pada dirinya.

 

“Kyuhyun Oppa, kumohon.. Demi hidupku yang tak lama lagi!” gadis itu masik berusaha merajuk Kyuhyun, bahkan ia sudah berlutut dihadapan Kyuhyun. Lelaki dihadapannya tertegun, otak lelaki itu masih berusaha menelaah apa yang telah gadis itu ucapkan.

 

“Bangunlah..” Kyuhyun menuntun gadis itu agar bangkit dari posisinya dan mendudukkan gadis itu pada kursi café tepat di depan kursi yang ia tempati. “Apa maksudmu dengan hidupmu yang tak akan lama lagi?”

 

“Kanker stadium 4. Itulah yang membuatku harus menghilang dari kehidupanmu 13 tahun silam. Aku tak ingin kau mengetahui diriku yang lemah. Selama 13 tahun itu pula aku berjuang mati-matian agar sembuh. Tujuanku hanya satu, agar aku bisa kembali ke sisimu.” Gadis itu bercerita. Matanya yang berair itu seakan menatap masa lalunya. Menceritakan kembali pada lelaki yang ia cintai.

 

“Tapi..” Kyuhyun mencoba menolak.

 

“13 tahun pula aku hidup dengan angan-angan. Angan dan mimpiku untuk sembuh. Tch, ternyata kejadian yang sebenarnya berbalik dengan mimpiku. Setelah menjalani perawatan menyakitkan itu, dokter mengatakan semuanya padaku. Bahkan dokter dimanapun menyerah untuk menanganiku. Dokter memvonis kanker itu akan menghentikan hidupku sebentar lagi. Ya, satu bulan lagi.” Gadis itu masih sibuk menceritakan segalanya.

 

“Hyesoo-ah..”

 

“Apa aku salah jika aku kembali dengan segala upayaku yang sia-sia? Aku hanya ingin meraih mimpi untuk berbahagia bersamamu hingga aku pergi untuk selamanya. Apakah salah jika aku menginginkan hidup seperti wanita pada umumnya?”

 

“Aku sudah menikah, Hyesoo-ah”

 

“Kau ingat akan ikatan perjodohan kita kan? Ayahmu berjanji akan menikahkanku denganmu. Ingat, Oppa. Janji adalah hutang. Hutang akan terus dibawa sampai ke liang kubur. Kumohon, aku hanya ingin pergi dengan tenang..”

 

“Hhhh.. Baiklah..”

 

 

Flashback END

 

 

“Karena itulah ia menikahiku. Eonni, kau juga wanita. Kau akan merasakan sakit yang teramat sangat jika kau menjadi diriku. Aku memilikinya lebih dahulu. Namun penyakit bodoh ini merusak segalanya. Maaf jika aku egois. Tapi, sungguh.. Aku mencintainya. Aku bahkan membutuhkannya lebih dari siapapun. Aku ingin menjadikannya orang terakhir yang kulihat saat aku menutup mata nanti.” Hyesoo berderai air mata. Begitu pula dengan wanita yang bersandar di balik pintu itu.

 

Kedua wanita itu tersiksa dalam kepahitan hidupnya masing-masing. Kenyataan yang harus mereka hadapi terlalu rumit dan menyesakkan dada.

 

 

 

 

“Apa kau mencintaiku?” seorang lelaki dengan tuxedo putih tulang itu menggenggam erat tangan gadis yang terbalut gaun putih nan anggun.

 

“Kau tahu aku mencintaimu lebih dari cintamu padaku. Untuk apa aku menerima janji sucimu jika aku tak mencintaimu, Tuan Cho?” balas sang gadis.

 

“Kkkk. Kalau begitu, berjanjilah tetap berada disampingku apapun yang terjadi.” Lelaki itu menyodorkan kelingkingnya pada gadisnya.

 

“Aku berjanji demi cintaku yang suci.” Kelingking gadis itu menyambutnya, kelingking mereka berpagut manis. Keduanya tersenyum bahagia. Menikmati kebersamaan mereka dalam  keindahan cinta, karunia Tuhan yang terindah.

 

Heera menitikan air matanya. Bayangan 1,5 tahun silam terputar kembali dalam pikirannya. Begitu manis dan bahagia. Cinta suci. Itulah yang mengikat mereka. Hal itu pula yang membuatnya bertahan dan memilih untuk diduakan daripada pergi dari sisi cintanya. Hal itu pulalah yang membuatnya kembali ke rumah ini. Ia merindukan cinta sucinya itu.

 

 

Sementara di sisi lain…

 

 

Kyuhyun meremas rambutnya prustasi. Ia berusaha mengeluarkan beban yang berkecamuk dalam pikirannya. Ia tak menyangka semua menjadi serumit ini. Ia menyadari kesalahannya. Ia terlalu jahat untuk seorang suami.

 

Dadanya yang sesak tak hentinya kembang kempis. Menghirup nafas dalam-dalam dan menghela nafasnya yang berat. Semua terlalu menyakitkan. Ingin sekali ia meminta maaf, namun ia terlalu takut. Takut akan menyakiti wanita tercintanya lebih dalam. Ia benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengembalikannya seperti dulu.

 

 

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya menyusuri lorong rumah sakit. Ia sudah terlanjur berjanji akan menjadi orang terakhir yang berarti bagi wanita bernama Hyesoo. Ya, terakhir. Sebelum wanita itu pergi menghadap Tuhan yang menciptakan segalanya.

 

Langkah kakinya berhenti. Ia menatap punggung seorang wanita yang tengah terduduk di pinggir ranjang kamar rawat Hyesoo. Wanita berambut ikal dan bertubuh ramping itu, ia tahu betul siapa wanita itu. Jantungnya berdegup tak karuan. Rasa bersalah masih menggelayutinya.

 

Hyesoo melambaikan tangannya lemah ke arah pintu berlapis kaca itu. Wanita yang terduduk disamping tempat tidurnya mengikuti arah lambaian tangan itu. Terlihat jelas lelaki yang ia rindukan tengah berdiri di balik pintu kaca itu. Ia menunduk, rasanya begitu canggung walau status perkawinan masih mengikat mereka.

 

Pintu kaca itu terdorong. Lelaki yang tadi berdiri di balik pintu itu mengikut sertakan dirinya dengan kedua wanita yang terikat pernikahan dengannya. Ia berdiri di samping Hyesoo, tepat juga di depan istrinya yang sudah sekitar seminggu lamanya ia tak jumpa. Ingin rasanya ia berhambur dalam pelukan kehangatan wanita itu. Namun, apa daya. Ia terlalu takut untuk itu.

 

Hyesoo menarik tangan kanan Kyuhyun, ia juga menarik tangan kanan Heera. Kemudian ia meletakkan kedua tangan tersebut dalam satu titik. Kedua orang yang masih dalam suasana aneh itu serentak menatap Hyesoo dengan dahi yang berkernyit heran.

 

“Kalian.. Berbahagialah..” Hyesoo tersenyum lemah. Ia ingin kedua orang ini bersatu kembali. “Berbahagialah.. Karena takkan ada lagi perusak hubungan kalian berdua..”

 

Heera memalingkan pandangannya. Ia bingung akan apa yang harus dilakukannya. Hatinya bergejolak. Ia tahu betul wanita dihadapannya sedang melewati masa-masa sulitnya.

 

“Eonni.. Maafkan aku.. Aku membuat dirimu terlalu menderita.. Aku tahu kesalahanku.. Aku hanya ingin memiliki Kyuhyun Oppa di sisa umurku yang tak sepanjang dirimu.. Karena aku tahu.. Kau akan menerima cinta Oppa lebih banyak daripada aku.. Maka dari itu, aku pernah berusaha menjatuhkan dirimu.. Maafkan aku..” lirih Hyesoo.

 

“…” Heera masih kehilangan kata-kata. Hanya mampu menggigit bibir bawahnya. Ia tak mampu menanggapi ini semua. Biarlah ini semua berjalan sesuai kehendak Tuhan. Ia sudah terlalu pasrah akan segalanya.

 

“Oppa.. Maafkan aku.. Aku merusak cintamu.. Aku berusaha merebut dirimu dari wanita yang kau cintai.. Maafkan aku.. Tapi kau perlu tahu bahwa aku tetap mencintaimu..” Hyesoo menatap Kyuhyun dengan matanya yang sayu. Kyuhyun hanya mengangguk pelan. “Setidaknya, aku bisa pergi dengan tenang.. Karena pada akhirnya kau bahagia dengan wanita yang terbaik.. Kumohon.. Jagalah wanita ini, Oppa.. Karena.. Ia begitu mencintaimu.. Bahkan ia masih berdiri di sampingmu.. Walau sesuatu yang menyakitkan hampir membuatnya kehilangan daya untuk hidup..”

 

Kyuhyun menatap istrinya lekat-lekat. Ia tahu betul wanita itu tengah mempertahankan ketegarannya, ia tahu wanita itu tengah menghalangi air matanya agar tak jatuh.

 

‘Heera-ah, kemarilah.. Aku akan menjadi sandaran hatimu.. Menangislah sepuasmu dalam pelukanku.. Dan biarkan semua ini mengalir bersama derai air matamu..’ batin Kyuhyun.

 

“Eonni.. Tataplah suamimu.. Ia juga mencintaimu.. Sama seperti dirimu.. Kumohon.. Kalian berdua berjanjilah untuk saling menghargai.. Berjanjilah.. Untuk bahagia.. Selamanya..” suara Hyesoo melemah. Paru-parunya terasa sudah malas untuk berfungsi sebagaimana mustinya. Bahkan denyut jantungnya pun terlalu lemah untuk mengedarkan darahnya ke seluruh tubuh.

 

Sementara kedua orang yang berpegangan tangan itu saling menatap. Tak ada kata yang terurai, hanya bahasa batin yang tersirat dari mata keduanya. Lengkungan manis terukir indah di bibir keduanya. Bahkan air mata haru sudah hadir di antara mereka. Dalam hati mereka masing-masing berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

 

Semuanya memberikan hikmah tersendiri, dengan kejadian ini pun cinta mereka semakin kuat. Kedua insan ini lulus akan ujian pahit yang Tuhan berikan. Titik terang mulai terbuka kembali. Rasa percaya dan cinta itu kian menguat dan tak ingin terpisahkan.

 

‘Piiiiippppp…” tiba-tiba suara alat pendeteksi jantung yang sedari tadi berbunyi seiring detak jantung kini hanya berbunyi satu nada panjang. Kedua orang itu langsung bergelut dengan suasana sedih dan panik. Dengan cekatan Kyuhyun memanggil bantuan dokter.

 

Namun.. Terlambat. Wanita yang terbaring lemah dalam naungan tempat tidur itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

 

Wajahnya yang memang memucat itu nampak tersenyum dalam dunia damainya. Raganya yang lelah menahan sakit itu kini nampak terlepas dari bebannya. Ia tertidur dalam tidur panjangnya. Melayang menuju dunia barunya. Melepaskan apa yang telah ia alami selama ini. Meninggalkan kedua orang yang memberikannya pelajaran tentang segalanya.

 

Tuhan, kumohon.. Peliharalah kebahagian mereka dengan cinta kasih suci yang Kau miliki. Mereka pantas mendapatkan yang telah kurebut. Sekarang aku pergi, pergi dari kehidupan mereka. Pergi dengan tenang saat memastikan lelaki yang kucintai jatuh pada orang yang tepat. Maka, atas kuasa-Mu yang Maha Agung, aku mohon berikanlah mereka kebahagiaan dengan karunia-Mu, Tuhan.

 

 

 

 

THE END

 

 

Abissss kkkk -__-  ceritanya aneh pasti ya? Ah maafkan author ;;;A;;;; Author cantik ini sedang khilaf /hoek/ okeeee, kritik dan saran untuk membangun karya author masih di terima. Terima kasih untuk menjadi reader setia ^^

106 thoughts on “FF / Two Heart/ Chapter 4-4 (ENDING) /Sad Romance

    • kenapa masih kurang panjang ya? wkwkwk aduhhhh cup cup jangan nangis deh nih author kasih permen. makasih udah baca + ninggalin jejak di setiap part ^^

  1. Akhirnya terjawab juga. Han Hyesoo mencintai Kyuhyun dan ingin memilikinya sampai ajal menjemputnya. Aku kasihan padanya tapi tetap saja caranya itu sangat salah.

  2. sakit hati lihat kyu sampai nampar heera😦 gk nyangka kyu sejahat itu😦 padahal heera hanya mempertahankan kedudukannya sebagai istri pertama kyuhyun tapi kyu dengan kejamnya melayangkan tangannya ke pipi heera. kecewa sama mu kyu. walau akhirnya kyu sendiri nyesel udh berbuat kasar dan ngusir Heera.

    bukanya org yg mau di panggil tuhan itu harus berbuat baik. hyesoo memang Aneh .

  3. Akhirnya hyesoo pergi juga~*eh hehehe
    Nyesek banget pas kyuhyun ngebentak, terus nampar heera thor. Terus parahnya lagi heera diusir aaaa kyuhyun jahat T^T
    Sequel dong thor~ wkwk

  4. nyesek bgt haera diusir😦
    Bneran y gak ada kasihan2 y sma hyeonso , mlah aku bersyukur dia mati😀 #jahat
    Dia gak ada baik2 y . udh tw mau mati tp knpa sllu nyaktin org .

  5. Habis? Haha feel nya dapat bgt. Sampe ngerasa sesak sendiri baca nih ff, ide ceritanya memang sudah biasa dan banyak yg buat. Tapi cra author mendriskripsikan semuanya itu gak bisa di bilang biasa” saja. Buat kita yg baca ikutan larut dlm ceritanya. Ide cerita yg biasa aja udah bagus, bgimana klo nanti author buat ide cerita dn permasalahan yg gak biasa dan jarang di temukan/ ngertikan maksud saya/. Pasti jadinya bakalan tambah waaaw…haha /alay/
    okeee deh

  6. naneun kim yena imnida . Maaf baru komen dipart terakhir tapi ya ampun senengdeh bisa nangis lagi .-. Sedih banget pas Heeranya diusir ama pas kyuhyunnya dateng ke rumah heera nyesek min nyesek . Sekian pidato dari saya wasalam kkk~

  7. Jd itu alasan HyeSoo ?? Udh smpat ngira trnyata mmg bnar dy sdng skit parah dan akhirnya mnggla. Syukurlah Akhirnya Heera dan Kyuhyun kmbli brestu !!

  8. mian baru coment di part akhir, bener2 sedih ng_baca nih crita, kyuhyun tega bgt ama heera. gk sharusnya dy nampar heera kyak gitu.

  9. ooo jadi gara2 punya penyakit ya…..kasian bener
    tapi kalau jd istri pertama ya tetep ngga terima juga -_-good job thor

  10. Wooaaahhh seru”…. Angst nya berasa.. Tp kayanya butuh squel nih.. Masih rada gantung…. Pengen liat kehidupan kyu selanjutnya.. Semohga makin so sweet..

  11. Oh itu alesan hyesoo sebenernya …huaa, mencampur-adukkan perasaan aku -,-
    tpi kurang panjang thor, disini belum diceritain kehidupan barunya kyu-heera -,-

  12. anyeong, readers baru^^ suka banget sama ceritanya, tapi kurang panjang thor, pengen tau kehidupan heera sama kyuhyunnya gimana.. Daebak!!

  13. ya ampun , NYESEK PAKE BNGEG
    Kyu ngusir Haera Oh tuhan Cho Kyuhyun
    Wlupun udh gau Hyeso skit Kanker tp tetp aja Jengkel sma tuh orng
    mksih thor udh bkin nangis kkkk

  14. wah.. daebak thor..
    feelnya dpet bngt .. bkin sequelnya dong tentang kehidupan si kyu oppa sama hyeera setelah kejadian iti …

  15. Gilaaaaa ini ff!! Bikin sesegukan /lap ingus/
    keren dah ini ff!
    serasa pengen nge nyekek si hyesoo nya juga –”
    klo aku jadi si heeranya ,kutampar juga itu si kyuhyun/jangan dah,terlalu cakep -,-
    sorry baru comment Di part trakhir🙂

  16. Mwoya??finish?? But its okelah udah dapet feelny😀

    Aih..sedih sekali ini saya waktu si heera dibentak sma kyu ditampar lagi..aish jinjja😦 bersyukur sekali si hyesoony mati *eh😀 jahat amat ya gue??kkk😀
    Tp gak apa sekali2 jahat sama org kek gitu(?)

  17. Kyuhyun sampai hati menampar Haera? Aigoo, d’mana letak otak cerdasmu itu Kyu? Ya eyalah dia bakalan ibu mertua.y karena udah kejam ama Haera.. Ibu mana coba yang gak_tega liat gitu ke anak.y..

    Tapi ya, alasan Hyesoo buat married ama Kyu itu bener* keterlaluan. Seharus.y ia sadar posisi dong!huhuhu

  18. critanya bagus koq, cuma alur endingnya agak kecepeten, itu jadi kyuhyun dah tau klo smua yg dicritakan salah tentanp heera kan cp yg crita wanita itu atau tau sendiri hem yah yang penting HAPPY ENDING hore kyuhyun ma heera bersatu kembali😀

  19. Ahhhh! keren author~ Hurt Romance gitu, suka bgtt sama sifat Heera dia lapang dada bgt!{} Alurnya juga bagus, rada misterius dan gak gampang ditebak. Keren! Terus berkarya authornim:*

  20. ah kesell baru ngeuh komennya ga kekirim:(
    menurut aku seharusnya kyuhyun disusahin buat ngedapetin heera kan gampang banget klo cuma sampai sini doang:(

  21. Gue Ga2L Paham nie,,,, Sbnrnya Ide nya bagus,, Jln cerita sie dh lmynn lah kaga Ketebak jdi rada Penasaran tpi yg Gue ga2L paham knp Hyeso. ” Ngusir” kim hyera ?? Klu Doi trnya ngga Lama Hidup nya nggga tau Knpa ?? Munkin jdi Mirip2 Cinetron kli ya ??? Ayat2 Cinta ?? Ayat2 SETAN KaLeee,,kekeke,,,,

  22. walaupun akhirnya hyesoo mati tapi ya tetep aja dengan merebut suami heera memfitnahnya mana ada yang baik
    tetep gk setuju ya dengan pernikahan kyuhyun dan hyesoo
    menyakiti hati wanita lain demi kesenangannya sendiri itu namanya egois
    bodoh juga sich kyuhyun

  23. Jadi itu alasan kyuhyun menikahi hyesoo,,, tapi walau bagaimana pun hyesoo di sini tetap aja salah merebut suami heera dengan cara memanfaatkan penyakitnya sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s